Sunday, 27 May 2012

Pesona "Si Mata Biru" keturunan Bangsa Portugis dari Lamno, Aceh

Ilustrasi C:Google

LAMNO adalah suatu wilayah di pesisir Barat Aceh, yang masuk ke dalam kecamatan Jaya, kabupaten Aceh Jaya, Aceh, Indonesia. atau lebih persisnya lagi di kaki gunung Geureute, kenapa saya menulis judul postingan ini dengan kata si Mata Biru ? Jawabannya tidak lain adalah ada sesuatu yang berbeda di daerah ini yang mana Lamno mempunyai masyarakat atau penduduk yang berbeda jauh dengan masyarakat Aceh kebanyakan di pedalaman maupun di pesisir, di Lamno terdapat keturunan Bangsa Portugis yang sampai sekarang masih dapat kita lihat di desa kuala daya, kuala onga, lambeuso, teumareum, ujung muloh, dan keuluang. Lamno berjarak 86 kilo meter dari Banda Aceh, keturunan Bangsa Portugis di Lamno mempunyai ciri-ciri yang hampir mirip dengan nenek moyang mereka, yakni mempunyai badan yang tinggi, kulit putih, rambut pirang, hidung mancung, dan yang paling spesifik adalah mata mereka yang biru seperti air laut yang ada di bibir pantai, dan bagi prianya di tambah dengan berbulu di tangan dan bulu dada yang tebal, bagi masyarakat Aceh kebanyakan, mereka memberi julukan ke penduduk Lamno dengan panggilan Bulek Lamno atau Dara Portugis, tetapi sayangnya sejak kejadian Tsunami 2004 silam yang meluluh rantakan Aceh, yang membuat semakin berkurangnya keturunan portugis di lamno di karenakan rumah mereka merupakan salah satu daerah paling parah terkena Tsunami, di tambah dengan setelah kejadian Itu kebanyakan dari keturunan portugis lamno banyak yang hijriah ke Lhokseumawe dan Banda Aceh, dan mereka menikah dengan penduduk setempat.


Banyak dari relawan yang datang ke Aceh bertanya-tanya dari mana asal muasalnya ada keturunan portugis di Aceh, pasti kamu juga bertanya-tanya di hati bukan ?

Banyak cerita yang berkembang di Aceh, tetapi tidak ada satu cerita pun yang bisa membuat menjadi kesepakatan asal usul penduduk Lamno tapi saya akan memaparkan dua versi yang paling populer di kalangan Rakya Aceh.

1) pada tahun 1519 bangsa portugis datang ke pesisir Barat Aceh dengan niat membeli rempah-rempah ke kesultanan Daya(yang masuk kedalam kesultanan Aceh Darussalam pada masa sultan Iskandar Muda), lambat laun bangsa portugis mulai meninggalakan misinya yang mulanya berdagang menjadi menjajah, dan kebanyakan dari mereka banyak yang menikahi masyarakat setempat.

2) versi kedua adalah lewatlah kapal yang berisi tentara kerajaan Portugis di peisir barat Aceh, tetapi malangnya kapal mereka karam di daerah Lamno yang masuk ke dalam kesultanan Daya, dan oleh sultan Daya, mereka di selamatkan dengan syarat mereka mau memeluk Agama islam, dan mereka menyetujui usulan sultan daya dan mereka berasimilasi dengan masyrakat setempat dengan menjadi pemeluk Agama islam yang taat.

Dari dua versi yang beredar tersebut saya lebih cenderung memilih nomor dua ini deperkuat dengan sebuah catatan penjelajah muslim yang bernama Marco Polo yang singgah di Aceh pada tahun 1292-1295 yang berisikan tentang "kebesaran kesultanan Daya berbaur dengan Prajurit Portugis"

tetapi sayangnya tidak ada penelitian yang lebih serius oleh Pengrov Aceh akan hal ini, ini dapat di sayangkan karena masyarakat yang akan datang akan hanya bisa mendengarkan cerita dogengnya saja oleh ibu-ibu mereka di saat tidur, tanpa mengetahui kisah sebenarnya Awal mula si Mata Biru tinggal di SERAMBI MEKKAH.

2 komentar

|

Pernah tinggal di Teumarem beberapa bulan pasca Tsunami dulu. Dan melihat langsung keturunan portugis itu. Mau lelaki dan perempuan memiliki mata yang biru. Indah nian.

Emangnya agan sekarang posisinya ada di mana...???

Berkomentarlah dengan Cara yang sopan dan punya etika, No Bully, No Sara, No Spam dan yang terpenting No Porn, biar Barokah hidup kita!!
EmoticonEmoticon