Friday, 6 July 2012

Mitos Kalimat "Busyet" Di Suku Betawi

Ilustrasi C:Google

"Busyet" Dah Sial Amat Ya hidup Gue,..!!!! pasti itu yang sering terucap pertama kali dari bibir orang-orang yang tinggal di Jakarta dan sekitarnya apabila mendapat suatu petaka, kata "Busyet" atau dapat di singkat menjadi "ET Dah" bagi orang di luar suku Betawi, pasti menganggap kata itu dengan anggapan sepele, yang kalimatnya sama artinya dengan perkataan terkejut lainnya di seluruh wilayah Indonesia seperti Aduh, Alamak, Alamak Jan, Astagfirullah, Onde mande, Onde Mak Oy, Mate Kite, dan sebagainya, tapi lain halnya bagi orang-orang Tua Suku Betawi itu sendiri yang mengerti asal-usul dari mana kalimat itu berasal, dan kebanyakan di dalam keluarga betawi kata-kata "Busyet" sangatlah Tabu apabila salah satu anggota keluarga mengucapkannya, dan apalagi jika seorang anak betawi mengucapkan eskpresi keterkejutannya akan suatu hal dengan mengucapkan kata "Busyet" di depan seorang Ustadz atau ulama, bisa di bayangkan bagai mana rasanya tangan dingin ustadz itu melayang di pipi anak Betawi itu, supaya memberikan efek jera pada si anak untuk tidak mengucapkannya lagi, lalu yang menjadi pertanyaannya mengapa sebegitunya kali para ulama sangat membenci kalimat tersebut, dan bagi keluarga betawi kalimat itu menjadi kalimat yang musti di hilangkan dalam kehidupan sehari-hari ? Kalau kamu penasaran mari biar saya jelaskan.

Pada zaman dahulu(maaf saya belum dapat tahun kejadiannya pokoknya masih di zaman Belanda Gan), di kalangan orang Betawi, terdapat seorang Canayang atau dukun yang sangat tersohor ia bernama "Abu Said" ia beralamatkan di Daerah Bogor, Ilmunya amatlah tinggi ia dapat menyembuhkan segala penyakit, dan menjauhkan segala mara bahaya, banyak sekali orang-orang betawi mempercayai kehebatan ilmu Abu Said ini, sampai pada akhir hayatnya, orang-orang tidak bisa lagi berobat ke dia, tapi walaupun dia sudah tiada masih banyak orang-orang betawi percaya akan kehebatan ilmunya, bukan dengan cara berkonsultasi langsung dengan si Abu said seperti mendatangi makamnya melainkan dengan cukup menyebutkan namanya saja maka segala mara bahaya dan penyakit akan jauh dari orang yang menyebukan namanya, lama kelamaan nama Abu Said berubah kalimatnya menurut lidah orang betawi yang berbicara lebih cepat sedikit ketimbang suku-suku Indonesia pada umumnya menjadi "A Busyait" atau "Busyet" atau juga yang lebih simple "ET Dah". Dan oleh Ulama kata tersebut amatlah menyesatkan dan musyrik karena membuat orang-orang lebih percaya akan kekuatan Abu said ketimbang Kekuatan Allah SWT. 

Jadi itulah sebabnya mengapa kata Busyet amat Tabu di Ucapkan oleh keluarga betawi, jadi apakah anda masih mau mengucapkan kalimat Tersebut....????

Berkomentarlah dengan Cara yang sopan dan punya etika, No Bully, No Sara, No Spam dan yang terpenting No Porn, biar Barokah hidup kita!!
EmoticonEmoticon