Saturday, 14 September 2013

PROVINSI ACEH LEUSER ANTARA (ALA) UNTUK SIAPA?

Lambang Provinsi
ALA

    BANDA ACEH(09/13/2013), sebenarnya aku tidak mau memberikan opini/postingan yang berbau politik dikarenakan aku sudah membuat komitmen tentang tujuan blog ini yang hanya diperuntukan untuk ruang lingkup kesenian, namun akhir-akhir ini aku merasa tidak nyaman dengan hawa politik di Aceh khususnya di Aceh Pedalaman menjelang Pemilukada 2014 yang semakin memanas, hal ini membuat hati aku tergerak untuk memberikan pemikiran yang sedikit ini, aku mungkin tidak memiliki masa atau kekuatan yang besar agar rakyat di Aceh pedalaman mau mendengarkan pemikiran aku lalu mengamininya, yang aku miliki hanyalah pemikiran dangkal yang akan aku tuangkan di blog mini ini, tujuan akhir dari postingan kali ini adalah agar siapa saja yang membaca artikel ini paham tentang apa, dimana, dan siapa itu sebenarnya Prov ALA, karena banyak sekali saudara-saudaraku yang ada di Aceh pedalaman tidak tahu menahu tentang di balik perencanaan calon provinsi baru Indonesia ini, yang mereka tahu hanyalah jikalau Aceh pedalaman jadi memisahkan diri dari Banda Aceh, penerimaan PNS, TNI, POLRI terbuka selebar-lebarnya bagi mereka, tetapi dibalik itu semua ada rahasia yang mereka tidak tahu-menahu, rata-rata mereka telah buta dengan kesenangan fana yang diiming-imingkan oleh orang-orang yang haus kekuasaan dan belum mendapatkan kursi dipemerintahan, Yang harus aku tegaskan lagi adalah, aku bukanya orang yang pro dengan Banda dan anti pemekaran di tanah rencong, bahkan aku adalah orang yang sangat pro dengan pemekaran selama itu demi kemajuan bersama, yang saya tidak sukai adalah orang-orang penggagas pemekaran tersebut adalah orang-orang yang sudah tidak mendapatkan kekuasaan di daerahnya, dan untuk medapatkan kembali kekuasaan itu adalah dengan menebar isu pemekaran agar rakyat bersimpati kembali kepada mereka.
 
    Tanpa panjang lebar lagi  langsung saja kita ke TKP, sebelum itu aku mau menjelaskan dulu Provinsi ALA, Provinsi Aceh Leuser Antara(ALA) adalah calon provinsi Baru di Indonesia yang anggotanya terdiri dari kabupaten-kabupaten yang berada di kaki gunung leuser atau di Aceh pedalaman, yang masih sah di dalam naungan Provinsi Aceh,  Calon provinsi ini meliputi Kabupaten Aceh Tengah,Bener meriah,Gayo Lues,Aceh Tenggara,Aceh Singkil, Dan Kota Subulussalam.
Peta wilayah Prov.ALA
                                               

    Isu pemekaran telah ada sejak tahun 1999 dimana Aceh masih didalam kekacauan yang berlarut-larut, dimana para saparatis GAM  masih memberontak dengan Jakarta. awal mula dari isu ini adalah ketidak merataan pembagunan antara Aceh Pesisir dengan Aceh Pedalaman dan puncak dari isu ini adalah di tahun 2004 draft tentang pemekaran ini telah masuk ke istana kepresidenan, hawa panas semakin menjadi-jadi tatkala ketika dalam rapat paripurna DPR-RI  tanggal 22 januari 2008 yang mengagendakan penyampaian fraksi terhadap RUU no 21 tentang usulan inisiatf pemekaran kabupaten dan provinsi baru, hasil dari rapat paripurna itu menghasilkan dari 10 fraksi kuat di DPR-RI, yang  mendukung pemekaran prov Ala adalah 7 fraksi serta sebanyak 3 (tiga) fraksi yaitu Fraksi PAN, Fraksi Partai Golkar dan Fraksi PKB dapat menyetujui dengan catatan usulan ini untuk dibahas dalam rapat selanjutnya, dan secara sepihak disebarkan isu bahawa telah disepakati Jakarta provinsi ini akan terwujud pada tahun 2016 atas restu Presiden SBY namun atas desakkan dari tiap perwakilan 6 kabupaten penyokong berdirinya provinsi ini, pemekaran akan dipercepat menjadi tahun 2014 itu versi mereka, nah disini saya mulai curiga, kenapa musti 2014? apa karena ditahun itu akan berlangsung pesta demokrasi terbesar di negeri ini?, yang saya takutkan adalah mereka hanya ingin mengambil kesempatan emas saja untuk mendapatkan simpati rakyat buat mendapatkan  kekuasaan, itu dikarenakan mereka mulai frustasi dan putus asa, dikarenakan tidak akan pernah ada yang namanya pemekaran di tanah rencong lagi, kenapa aku menulis demikian? coba kita kembali membaca poin MoU Helsinki tahun 2005  pada poin 1.1.4 yang berbunyi “Batas wilayah Aceh kembali berdasarkan batas tanggal 01 Juli 1956″ nah dari situ saja kita dapat menyimpulkannya bukan?  Jakarta tidak akan mungkin mengambil keputusan konyol dan bodoh dengan mengesahkan provinsi ALA, yang ada hanya akan menimbulkan konflik baru di bumi serambi mekkah ini, dimana para saparatis akan mempunyai alibi untuk memisahkan diri dari NKRI.
"Para Demostran Menuntut Pemekaran ALA di depan
kantor DPRK Aceh Tenggara"

 
     Baiklah sampai disitu dulu pengenalan tentang sejarah singkat perjuangan provinsi ALA, sekarang kita akan membicarakan soal apa dan mengapa masyarakat poros Leuser ingin pisah dari Banda! ini yang akan aku jabarkan di bawah ini.

DEKLARASI PEMBENTUKKAN PROV
ALA
   Setelah penandatanganan perdamaian MoU Helsinki antara Pihak GAM dengan Indonesia, timbulah benih-benih ketidakpuasan rakyat yang tinggal di poros leuser, bukan karena tidak senang dengan adanya perdamaian di bumi rencong ini sejak 32 tahun hidup dalam kekacauan,ketidakpuasan itu timbul dimulai dengan tidak dilibatkannya perwakilan dari suku-suku yang ada di Aceh pedalaman dalam perundingan di Helsinki, itu sama saja seakan-akan di Aceh hanya ada satu suku etnis dan etnis lainnya tidak diakui, karena itu juga mucul jargon bahwa, "qanun tidak berlaku di Poros Leuser" dan juga persoalan qanun wali nangroe yang sangat menyakiti rakyat GAYO, ALAS, KLUET, ANEUK JAME, DAN SINGKIL. di dalam qanun tertulis bahwa "wali nanggroe hanya boleh di duduki oleh orang yang bisa berbahasa Aceh saja" Nah dari situ timbul pertanyaan di dalam kalangan rakyat Leuser, untuk apa mereka tetap bertahan di dalam rumah yang kepala keluarganya(Banda Aceh) sudah tidak mengakui mereka sebagai salah satu dari anaknya.

"BENDERA DAN LAMBANG PEMERINTAHAN
ACEH"
  Selain itu ada lagi yang membuat kesenjangan itu semakin menjadi dengan pengesahan bendera dan lambang Aceh baru yang semakin menyudutkan rakyat Leuser, dimana jelas-jelas bendera bulan bintang itu sangat mirip dengan bendera saparatis GAM dahulu, sedangkan rakyat poros Leuser dalam perjalanannya tetap komitmen bahwa bendera "MERAH-PUTIH" takkan tergantikan di bumi paru-paru dunia itu.
MERAH-PUTIH TAK TERGANTIKAN

  Saya kira sudah cukup bercerita tentang mengapa rakyat Leuser semakin ingin memisahkan diri dari Aceh, nah sekarang saya akan menceritakan lagi tentang jika Prov ALA dapat terwujud apa manfaatnya bagi Kabupaten saya sendiri yakni KABUPATEN ACEH TENGGARA?
"Lambang Kabupaten Aceh Tenggara
Dengan Slogan
Sepakat segenep"
   Menurut saya hanya sedikit manfaat yang akan diterima oleh masyarakat Tanoh Alas, bukannya pesimis dengan akan terwujudnya provinsi baru ini maka pembangunan dan perekonomian masyarakat Aceh Tenggara(AGARA) akan semakin menggeliat, yang dapat aku soroti adalah dari segi pemilihan ibu kota provinsi saja, ibu kota diwacanakan adalah blangkejereun yang notabenenya adalah  ber-etnis gayo, nah loh apa hubungannya? tetap ada hubunganya yang saya maksud adalah jika betul blangkejereun menjadi ibu kota prov ALA, jadi apa bedanya dengan Banda Aceh?, ibaratnya adalah keluar dari mulut buaya masuk ke mulut singa, dari segi lambang saja sudah mulai nampak bahwa calon provinsi ini akan di kuasai oleh satu etnis saja, coba kembali liat keatas! apa ada unsur-unsur tentang suku Alas, Kluet, Aneuk Jame ataupu singkil?, yang ada hanyalah simbol dari rakyat gayo, misalnya ikan dengan laut air tawar yang ada di Aceh Tengah, tugu radio rimba raya yang ada di bener meriah, dan juga perajinan khas Gayo Lues. kalo menurut pendapat aku jika mau adil coba revisi ulang kembali soal lambang itu, dan menyoal tentang ibu kota menurut saya yang lebih cocok menjadi ibu kota adalah Kota Subulussalam, selain netral alias tidak ada suku dominan di sana dan juga kota itu mempunyai laut dan pelabuhan itu adalah modal yang paling penting bagi modal awal sebagai ibu kota provinsi baru. bagaimana kedepannya soal ini kita liat saja tahun 2014. saya rasa cukup sekian artikel saya ini, maaf jika jika ada kesalahan dalam pengetikan dan menhyinggung seorang individu, aku hanyalah manusia biasa, yang sempurna hanyalah milik ALLAH SWT.





2 komentar

menurut saya yang lebih cocok menjadi ibu kota adalah Kota Subulussalam, selain netral alias tidak ada suku dominan di sana dan juga kota itu mempunyai laut dan pelabuhan itu adalah modal yang paling penting bagi modal awal sebagai ibu kota provinsi baru.
=============
SEPAKAT!! DEMI NKRI!

thx gan sudah mampir d blog sederhana ane, smoga tidak kapok membaca postingan ane yang akan datang!

Berkomentarlah dengan Cara yang sopan dan punya etika, No Bully, No Sara, No Spam dan yang terpenting No Porn, biar Barokah hidup kita!!
EmoticonEmoticon