Saturday, 20 September 2014

Musik Alas Merajai Pedalam Sampai Pesisir Aceh?


"artis populer Alas dari kiri ke kanan :
Ade Suri, Asri Tj, Sopan Sopian, Tuwie Narsih,
Linda dan Ari Penghulu Mude"


  Banda Aceh (21/09/2014), lagu Alas tidak bermutu! lagu Alas norak! suara sumbang itu sering terdengar ditelingaku sejak kecil sampai saat mau melihat dunia baru dan budaya baru yang berbeda kultur dari suku Alas, gayo maupun padang yang ada di sekitar kehidupan masa kecilku. suara sumbang itu bukan dari mulut orang lain melainkan dari anak-anak muda asli Kutacane ironis mendengarnya? tapi itulah faktanya. mungkin diakui jika pembuatan video klipnya agak kurang bersaing dan menarik dibandingkan dengan video klip daerah dari takengon, Batak ataupun Padang. itu dapat dimaklumi dengan kurang tersedianya teknologi yang mendukung, tapi jangan bandingkan dengan suara maupun syair lirik yang disenandungkan oleh para seniman Alas ini, mereka sudah diakui diluar Kutacane, dan mampu diterima dengan baik oleh telinga yang berbeda kultur dari Khang Alas.  
   Dulu aku juga berpikiran parno pada musik lagu ini yang hampir sama mengikuti kultur lagu Karo? tapi itu dulu, pola pikirku berubah 190 drajat saat aku melanjutkan studiku di Banda Aceh, iseng-iseng karena kangen dengan kampung halaman, akhirnya aku coba unduh beberapa lagu Alas yang cukup populer waktu itu di Kutacane. setelah didengar-dengar sepertinya ada perbedaan dari lagu Karo dimana perbedaan yang mecolok adalah kecepatan irama musik yang didendangkan musik Alas lebih cepat dibandingkan musik dari Karo.
   Eiitsss Maaf kalau bertele-tele bro? :v langsung aja kita ke pokok permasalahan, dan bagi yang suka ngeremehi artis Kutacane apa lagi yang lahir dan besar di Kutacane, pikirkan ulang setelah baca tulisan sederhana ini!
  Pertengahan tahun 2013, aku ingat hari itu adalah hari sabtu kuliah sedang libur, jadi iseng-iseng nggak ada ulah (Kegiatan) putar radio, tapi lupa nama radionya yang penting itu adalah salah satu radio terkemukadi Banda Aceh, acara pada siang itu adalah top 10 musik daerah Aceh, dan tau apa yang spesial dari acara musik radio itu? dari 10 anak tangga lagu daerah Aceh paling populer saat itu tiga diantaranya dipegang oleh salah satu putra asli terbaik Kutacane, yakni Bang Sopan Sopian (Salut Bang), dan salah satu dari tiga lagu yang bertengger 10 besar, salah satunya memuncaki anak tangga dan dua lainnya berada diposisi tiga dan delapan, penyanyi yang berada diposisi urutan ke-2 adalah Marwan penyanyi asli dari Aceh, meskipun lagu yang dibawakan bang sopan sopian berbahasakan bahasa Aceh, tapi itu sudah cukup membuktikan, karena kultur pelafatan orang Aceh dan Alas sangatlah jauh berbeda!
   Bukan itu saja musik Alas juga merajai radio-radio dan diterima dengan tangan terbuka di Gayo Lues, Subulussalam, Redelog, tapaktuan maupun di Aceh singkil, bukan dengan bahasa lain tetapi bahasa Alas, aku bukannya mengada-ngada tapi fakta, banyak teman-teman dari daerah itu yang melanjutkan studinya di Banda Aceh menceritakannya kepadaku tentang perkembangan lagu Alas di kampung halamannya, dan rata-rata mereka pada akhirnya meminta Mp3 musiknya. :) mungkin itu saja yang dapat aku share kepada kalian, sedikit saran dariku jika kelak ingin membuat musik Alas lagi apa salahnya memasukkan kesenian Asli Khang Alas, seperti musik gayo tekengon, karo, Aceh maupun Padang, agar kita mempunyai jati diri sendiri tanpa harus meraba-raba jati diri suku lain.
sekian dari saya, dan berikut adalah beberapa lagu alas terbaik saat ini di Kutacane,  mohon maaf jika ada kesalahan dalam penulisan, Wassalam!



Berkomentarlah dengan Cara yang sopan dan punya etika, No Bully, No Sara, No Spam dan yang terpenting No Porn, biar Barokah hidup kita!!
EmoticonEmoticon