Thursday, 2 October 2014

Pejuang Alasku yang Tergilas!

"Tragedi Benteng Kuta Reh"


    Kutacane (02/10/2014) masih ingatkah kalian para generasi muda Tanoh Alas tentang sejarah Panglime Guru Leman, Syeh H. Hasan, T. Bedussamad, Panglime Jim, Panglime Bedul Mamas (Panglime Janggut), Raje Dewa, Raje Bintang dan Syuhada Likat? mungkin jangankan generasi muda yang di tanya, generasi tua yang usianya 45-50 tahun juga sudah tidak tau tentang sejarah para syuhada dan pahlawan yang telah menyerahkan seluruh jiwa raganya demi kemerdekaan tanah ini dari belenggu penjajahan Belanda? masih ingatkah kalian juga Genosida Benteng Kuta Reh? Genosida ini terjadi 110 tahun yang lalu atau pada tanggal 14 Juni 1904, di mana sebanyak 2.922 Rakyat Alas dibantai oleh pasukan Gotfried Coenraad Ernst van Daalen atas perintah Gubernur Militer Belanda di Aceh, korban yang mati syahid sendiri terdiri dari 1.773 laki-laki dan 1.149 perempuan (Menurut Asnawi Ali) Tetapi Menurut Kempes dan Zentgraaff korban lebih banyak lagi yakni berjumlah  4.000 orang. ini adalah genosida pertama yang di lakukan oleh Belanda di Indonesia.? atau tahukah kalian jika Kutacane adalah Benteng pertahanan terdepan dari Indonesia (Aceh) dari serangan agresi militer Belanda, Kutacane telah menjadi markas pertahanan Let.Kol. Djamin Gintings, Komandan Resimen IV TNI pindahan dari tanah Karo kala itu. adakah kisah ini diceritakan atau di bukukan? sangat di sayangkan jika generasi selanjutnya hanya akan mengikat kisah heroik dari cut nyak dien, teuku umar atau panglima polem. padahal mereka juga mempunya pahlawan sendiri yang tak kalah heroiknya. artikel kali ini bukan untuk mencari-cari perkara atau menyudutkan Pemda Setempat, ada baiknya jika kita menulis kembali kisah mereka sebelum para sejarawan Alas yang umunya telah lanjut usia meninggal dunia, ingat kata bung karno "Jas Merah " jangan lupakan sejarah, bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai para pahlawan, bukan dengan cara mengingatnya terus menerus tetapi cukup dengan membukukannya agar sejarah tanah kita tidak putus di makan zaman, dengan jelasnya sejarah kita bukan tidak mungkin orang lain akan tertarik untuk mempelajari sejarah kita.  akan sangat lucu jika kita tidak mempunyai jati diri seperti sejarah yang jelas asal usulnya bukan dengan mengada-ngada!
semoga dengan sedikit artikel saya ini dapat membuka mata para pejabat di sana, sekian dari saya!

Berkomentarlah dengan Cara yang sopan dan punya etika, No Bully, No Sara, No Spam dan yang terpenting No Porn, biar Barokah hidup kita!!
EmoticonEmoticon