Sunday, 22 March 2015

Masjid Asal Penampaan Gayo Lues

Masjid Asal Penampaan By Google


       Blangkejeren (23 Maret 2015), Ingatan saya masih segar sekali tatkala pengalaman pertama kalinya saya menginjakkan kaki di Tanah Negeri Seribu Bukit ini (Red-Julukan Kabupaten Gayo Lues) 2 tahun yang silam dalam rangka Perkemahan Pramuka tingkat penegak antar 4 Kabupaten Serumpun (Kabupaten Aceh Tengah, Aceh Tenggara, Gayo Lues dan Bener Meriah) di Lapangan Pacuan Kuda Buntul Nege, Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues.
 
    Perjalanan dari Kutacane menuju Blangkejeren memakan waktu paling lama 2-4 jam dengan menaiki L-300, mobil lawe ( nama lain angkutan umum di Kutacane) maupun dengan menaiki kendaraan pribadi. itu bukan waktu yang lama bahkan sangat cepat berlalu dikarenakan panorama alam yang akan disuguhkan sangatlah mempesonakan bagi siapa saja yang meliriknya di jamin anda takkan pernah bosan melihatnya.

   Cuaca sejuk menusuk ke tulang menyapa tatkala rombongan kami sampai di Kota Blangkejeren, memang pada dasarnya kota ini ada didataran tinggi, yang sudah otomatis pasti dingin setiap saat, tetapi kali ini hujan mengguyur kota kecil ini yang membuatnya semakin dingin, kami yang notabenenya berasal dari Tanoh Alas, yang terbiasa dengan cuaca panas, tanpa persiapan baju tebal atau jeket pastilah sangat tersiksa dengan cuaca dingin seperti ini, tetapi ada saja kawan yang entah karena kesenangan atau entah setan apa yang masuk ke tubuh mereka, dengan sengaja membuka bajunya dan berdiri diatas mobil kami, sambil bernyanyi-nyanyi lagu Alas, apa mereka tidak sadar kalau kita sekarang sudah berada di Tanoh Gayo.

   Pengalaman yang sangat sulit saya lupakan, tetapi kali ini bukan pengalaman perkemahan saya yang akan saya sharing melainkan pengalaman lain saya tetapi masih tetap di Tanoh Gayo, yakni mengunjungi Masjid yang katanya salah satu rumah Allah paling tua di Negeri Serambi Mekkah ini  jauh sebelum Mesjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh Tegak berdiri sampai saat ini.

   Masjid Asal Penampaan berada tak kurang 2 Km dari Pusat kota Blangkejeren, lebih tepatnya di Desa Penampaan, Kecamatan Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh. arsitektur Mesjid ini Bergaya  Melayu kuno dengan luas asli 20 X 20 Meter dengan atap dari ijuk, lantai & dinding dari tanah liat dan bertiangkan  16 kayu yang berdiri kokoh sejak 800 tahun yang silam. sekilas mesjid ini mempunyai kesamaan dengan mesjid Demak (Jawa Tengah), Masjid Peulanggahan (Banda Aceh). dan Masjid Isaq (Takengon).

   Tidak ada yang tau persis kapan Mesjid ini mulai dibangun dan siapa yang membangunnya tetapi dari info yang populer di kalangana masyarakat Gayo meyakini mesjid ini berdiri sejak tahun 815 H/1412 M. Jika informasi ini akurat, berarti masjid ini didirikan dalam masa Kerajaan Pasai. Sebab setidaknya, Kerajaan Pasai telah berdiri dari tahun 1282 M, (Ibrahim Alfian, 2004: 26) dan jatuh dalam kekuasaan Kerajaan Aceh Darussalam di tahun 1524 M, (Amirul Hadi, 2004: 13).

  Dan siapa yang mendirikan sampai sekarang masih misterius banyak yang mempercayai bahwa yang mendirikan mesjid ini adalah empat orang Aulia dari Kerajaan Pasai yang tidak diketahui identitasnya, diperlukan penelitian yang lebih lanjut lagi tentang masjid ini supaya tidak terjadi yang namanya Lost History.

  Dari amatan saya mesjid ini sudah diperlebar dikarenakan tuntutan zaman tetapi masjid yang asli masih berdiri kokoh didalam masjid yang baru. didepan masjid terdapat kuburan para Ulama dan sumur tua yang tak pernah kering sepanjang tahun dan dipercaya airnya dapat menyembuhkan segala penyakit, menjauhkan sial dan mendatangkan rejeki, percaya atau tidak itu saya kembalikan lagi pada kepercayaan anda masing-masing, Jemaat Masjid ini tak hanya berasal dari Sekitaran Kota Blangkejeren tetapi banyak juga yang berasal dari Takengon, Bener meriah, Kutacane dan banyak lagi dari daerah lain di Aceh maupun luar Aceh yang penasaran dengan masjid ini tetapi mereka rata-rata memiliki tujuan dan maksud yang berbeda-beda, ada yang niat karena bernazar, supaya rejeki diperbanyak, mendapatankan momongan, dijauhkan dari mara bahaya dll dengan harapan berdo'a di Masjid ini katanya lebih mujarab dan gampang di ijabah oleh Allah.


  Ada satu pengalaman di masjid ini yang sangat sulit saya lupakan, tidak rasional dan sampai sekarang masih membuat saya penasaran, sebelum sholat Jum'at diadakan pengurus mesjid sudah mewanti-wanti untuk tidak berfoto atau melakukan hal-hal aneh di dalam masjid yang asli, tetapi karena ini momen yang langka bagi saya dan teman saya, membuat saya melanggar aturan itu dan memutuskan untuk berfoto ria, ada sekitar 4-6 foto yang kami abadikan, tetapi sayangnya tak satu file pun yang dapat dibaca oleh camera teman saya, dan bahkan filenya rusak padahal sebelum itu tak pernah kejadian hal yang seperti ini, percaya atau tidak saya juga belum bisa menjelaskannya kenapa bisa terjadi seperti itu, mungkin cukup sekian postingan saya kali ini lebih dari kurang saya mohon maaf, wassalam!

Sumber :
  1. Lintas Gayo
  2. Insetgalus.com

Berkomentarlah dengan Cara yang sopan dan punya etika, No Bully, No Sara, No Spam dan yang terpenting No Porn, biar Barokah hidup kita!!
EmoticonEmoticon