Monday, 8 June 2015

Kerawang Gayo dari Kebudayaan Bacson-Hoabinh?

          Kutacane (08 Juni 2015), Masyarakat Gayo, lebih khususnya lagi masyarakat Loyang Mendale, Takengon, Kabupaten Aceh Tengah di gemparkan dengan penemuan gerabah kuno yang diklaim sebagai cikal bakal dari kerawang gayo saat ini yang berusia 3000 tahun silam, dari Tim Balai Arkeologi Medan yang dipimpin oleh Ketut "Aman Met" Wiradnyana. fragmen gerabah kuno ini di temukan di dinding tebing loyang mendale pada lapisan zaman neolitik pada tanggal 5 juni 2015. penemuan ini bukanlah penemuan gerabah biasa, karena penemuan di loyang mendale ini bisa saja menjadi titik awal terbongkarnya sejarah asal-usul nenek moyang (Red-gayo: Muyang Datu) Suku Gayo.


           Gerabah kuno yang ditemukan memiliki corak yang khas yang mana jika masyarakat Gayo melihatnya pasti sudah tak asing lagi, dikarenakan gerabah tersebut bercorak pucuk rebung, motif x, puter tali, motif S, dan motif garis-garis yang mana merupakan motif/corak bagi Kerawang Gayo, berikut adalah gerabah kuno yang ditemukan di Loyang mendale disertai dengan kerawang gayo pada saat ini.



Motif pucuk rebung Sumber Lintas Gayo dan Google



kerawang Motif X sumber Lintas Gayo dan Google

Menurut DRS. Isma Tantawi, M.A dan Drs. Buniyamin, S di dalam buku yang berjudul "Pilar-pilar Kebudayaan Gayo" kerawang memiliki lima unsur warna yang setiap warnanya memiliki filosofi yang tinggi yang tumbuh dan berkembang di dalam pergaulan masyarakat Gayo, yakni :

  1. Item (Hitam) : Bermakna keputusan adat.
  2. Ilang (Merah) : Bermakna berani dalam membela kebenaran.
  3. Putih (Putih) :Bermakna kesucian.
  4. Ijo (Hijau) : Bermakna kejayaan dan kemakmuran tanoh gayo
  5. dan Using (Kuning) : Bermakna kehati-hatian masyarakat gayo dalam bertindak.


Kerawang Gayo daerah Gayo Lues dan
Kutacane by Patma Warti

     Kembali lagi ke penemuan Gerabah kuno yang menyerupai motif kerawang, menurut tim arkeolog gerabah ini berasal pada zaman kebudayaan Bacson-Hoabinh yang mana nama kebudayaan ini di ambil dari daerah pegunungang Bacson dan di provinsi Hoabin, Vietnam di mana di daerah tersebut ditemukan paling banyak alat-alat batu dengan ciri khas dipangkas pada satu atau dua sisi permukaannya dengan ukuran satu kepal tangan dengan ujung yang tajam, wilayah peyebaran kebudayaan ini hampir dapat ditemukan di seluruh wilayah di Asia tenggara dengan kurun waktu 18000 S.M dan 3000 S.M, pada masa kejayaannya kebudayaan Bacson-Hoabin mendiami hampir seluruh wilayah indonesia (Sumatera, Papua, Nusa Tenggara dan Sulawesi) sebelum datangnya Ras baru yakni Ras Melayu baru, sehingga mereka terdesak dan menyingkir ke daerah Papua.

   Dengan penemuan Gerabah yang diduga merupakan salah-satu hasil dari kebudayaan Bacson-Hoabinh semakin memperjelas sejarah bahwa masyarakat pribumi di Aceh adalah Suku Gayo, ini sangat penting bagi generasi yang akan datang tentang sejarah dan identitas bangsanya.


Sumber :
  1. Lintas Gayo
  2. Wikipedia



Berkomentarlah dengan Cara yang sopan dan punya etika, No Bully, No Sara, No Spam dan yang terpenting No Porn, biar Barokah hidup kita!!
EmoticonEmoticon