Thursday, 15 October 2015

4 Alat Transportasi Unik dari Kutacane

AEFARLAVA - Kalau kita bercerita soal transportasi baik modren maupun tradisional di Indonesia, pasti akan sangat sulit kita cari nama yang sama antara satu daerah dengan daerah lainnya walaupun jenis transportasi tersebut sama saja dalam bentuk dan modelnya, contoh saja di Jawa dikenal yang namanya Delman yakni alat transportasi gerobak beroda dua yang ditarik oleh kuda yang mana penumpangnya berada dibelakang dan pak kusirnya didepan, di Sumatera sendiri atau lebih tepatnya di Sumatera Barat tidak mengenal Delman melainkan Bendi, di lombok sendiri disebut Cidomo.

Begitu juga dengan Transportasi Menggunakan mesin modren, Masing-masing daerah pasti mempunyai  ciri khas nama tersendiri seperti Angkot Padang (Sumbar), Labi-labi (Aceh), Bajai (Jakarta), Bentor (Medan), dll.

Memang di Aceh lebih dikenal alat transportasi umumnya dengan Labi-labi, eits tunggu dulu Labi-labi hanya berlaku di Aceh pesisir ya! di Aceh bahagian Tenggara-Selatan ( Kabupaten Aceh Tenggara, Kabupaten Gayo Lues, Kota Subulussalam dan Singkil), terdapat jenis transportasi lain yang tak kalah unik dari segi model dan penamaannya, kali ini kita akan membahas alat transportasi di Kabupaten Aceh Tenggara yang bahkan berlaku juga dikabupaten tetanggannya, berikut ulasannya :



Perahu di Sungai Alas
  1. Perahu Tradisional
    Tanoh Alas (Red-Aceh Tenggara) dari dulu sudah dikenal akan banyaknya sungai-sungai yang sangat deras, dan sumber mata air tawar yang akan sangat mudah kita jumpai di segala sudut di tanah subur yang dikelilingi Bukit barisan dan Gunung Leuser ini, jadi. tak heran sebelum datangnya alat transportasi modren ke Negeri Sepakat segenep ini, perahu adalah transportasi favorite kala itu untuk menjalankan roda perekonomian, dan juga untuk mendapatkan informasi keadaan yang sedang terjadi di luar Tanoh Alas terutama di Pelabuhan kota Singkil yang mana Sungai Alas melewati pelabuhan ini sampai ke Samudra Hindia. Hal ini dibuktikan dengan tulisan yang dibuat oleh  G.A. Fokker, 1939. yang mana dijelaskan bahwa pelabuhan Singkil merupakan tempat transit barang-barang yang akan diperdagangkan, yang berasal dari Tanoh Alas, Dairi, Simeulue, dan Pulau Banyak, demikian pula sebaliknya. dan diperkuat oleh catatan Residen Pootman, yang mengatakan Suku Gayo dan Alas adalah Suku yang mula-mula berdagang di Pelabuhan Singkil jauh sebelum Suku lain datang ke pelabuhan ini. menurut info yang saya dapatkan lamanya perjalanan dari Alas-Singkil melalui sungai Alas adalah 7 (Tujuh) hari 7 (Tujuh) Malam.

    Mobil Lawe by All Driver (Fb)


  2. Motor Lawe
    Motor Lawe (Red-Mobil air) adalah jenis kijang kapsul yang dimodifikasi untuk menganggut penumpang, jumlah penumpang bisa mencapai 20-an orang dengan posisi saling berhadapan. Motor lawe ini bisa dikatakan alat transportasi paling digemari masyarakat di aceh tenggara, terutama bagi kalangan Pelajar, dan juga pekerja. tidak ada yang tau pasti kapan jenis kendaraan empat roda masuk ke Aceh tenggara namun, tahun 80-an Camat dari Kecamatan Babussalam, Kabupaten Aceh Tenggara diketahui telah menggunakan Mobil jenis VW dalam melaksanakan tugasnya.

    Pasti anda bertanya-tanya, kenapa disebut motor lawe? apa karena mobil ini sering mengangkut air :D, tentu saja tidak. dalam penyebutan di Agara, mobil sering disebut dengan motor, berbeda dengan di jawa, motor diartikan sebagai Sepeda Motor. sedangkan penyebutan lawe dikarenakan, dulu trayek Motor lawe adalah hanya ke daerah-daerah yang berawallan dengan kata Lawe atau daerah bawah (Contoh : Lawe dua, lawe tanduk, lawe deski, lawe sigala-gala, dll) jadi knet Motor ini sering berteriak memanggil para calon penumpangnya dengan triakkan "Lawee, Laweee,lawee" Motor lawe ini juga dikenal dikabupaten Gayo Lues, Lau baleng (Kabupaten Karo), dan Kota Subulussalam dengan penyebutan yang berbeda.
    Becak Mesin by Google


  3. Becak Mesin
    Becak Mesin ini adalah andalan bagi para pelajar atau siswa yang rumahnya di sekitaran kota Kutacane. tak jauh berbeda dengan Bentor (Medan) Becak mesin adalah sepeda motor yang dimodif dengan ditambah bak disampingnya dengan jumlah penumpangnya max 3 orang, tarif untuk menaiki becak mesin ini berkisaran Rp. 4,000,00.- sampai Rp. 6,000,00.-
    Becak Dayung By Google


  4. Becak Dayung.
    Dulu diawal 2000-an sampai tahun 2006, Becak dayung mencapai kejayaannya dengan merajai jalanan Kota Kutacane, tetapi kini sangat sulit untuk kita mencari alat transportasi yang sangat sederhana ini menyisiri jalanan kota Kutacane, jumlahnya mungkin tak sampai 5 orang lagi yang masih setia mendayung. hal ini terjadi lantaran menjamurnya alat transportasi modren dan semakin banyaknya warga kutacane yang memiliki kendaraan sendiri. kini sisa-sisa kejayaan Becak dayung hanya bisa kita lihat di pasar-pasar untuk mengangkut belanjaan ibu-ibu yang baru pulang dari pasar.

    Sumber :

    1. Dirmanmanggeng
    2. Kecamatan Babussalam

Berkomentarlah dengan Cara yang sopan dan punya etika, No Bully, No Sara, No Spam dan yang terpenting No Porn, biar Barokah hidup kita!!
EmoticonEmoticon