Thursday, 1 October 2015

Jumlah Korban Tragedi Pembantaian 1965 di Kutacane

Partai Komunis Indonesia C Wikipedia

          Aefarlava (01 Oktober 2015), Tahun 1965-1966 adalah salah satu tonggak sejarah kelam dan memilukan bagi bangsa ini yang mana 500,000 sampai 1 juta manusia dieksekusi tanpa peradilan (Benedict Anderson,1986). Para korban adalah anggota dari PKI dan orang yang dituduh simpatisan PKI. Mereka dibunuh dengan cara ditembak, dipenggal, dicekik, atau digorok oleh angkatan bersenjata dan kelompok Islam. Pembantaian dilakukan dengan cara “tatap muka”, tidak seperti proses pembantaian massal oleh Khmer Merah di Kamboja atau oleh Jerman Nazi di Eropa. Inilah tragedi paling berdarah dan paling banyak menimbulkan korban jiwa sejak negeri ini Merdeka.

           Di Aceh sendiri yang mayoritas masyarakatnya beragama Islam yang bisa dikatakan sangat fanatik dalam membela agama Islam. Sangat tidak mentolerir dengan gerakkan idiologi komunis yang dibawa oleh PKI, Tak pelak saja setelah satu hari tragedi G30S/PKI dengan rentang waktu yang hanya satu tahun lebih dari 40,000 Jiwa melayang tanpa adanya peradilan yang membuktikan korban tewas adalah anggota atau simpatisan PKI. Bahkan kebanyakan korban yang tewas dieksekusi dengan hanya mengandalkan gosip dan tuduhan saja yang beredar tanpa harus mencari kebenarannya terlebih dahulu.

          Korban PKI yang berjatuhan di Aceh hampir diseluruh wilayah Aceh dengan jumlah korban yang tidak diketahui secara pasti kebenarannya. di Aceh bahagian Tengah dan Tenggara sendiri menurut Peneliti tragedi 1965, Mustawalad berjumlah 2500 orang di Takengon, dan hanya 9 orang di Kutacane dengan rentang waktu hanya 10 hari. Dia menambahkan, penyebab utama pembantai PKI di Gayo lebih dominan adalah "Tilok wan opoh kerung" (Fitnah-red).

         Sedangkan penyebab utama pembantaian di Kutacane lebih fair dalam menentukan siapa yang dianggap PKI dan simpatisannya, karena dari 9 orang yang tewas, mereka adalah pengurus sungguhan PKI di Kutacane.

Sumber :
  1. Lintas Gayo 
  2. Menul.orgfree

Berkomentarlah dengan Cara yang sopan dan punya etika, No Bully, No Sara, No Spam dan yang terpenting No Porn, biar Barokah hidup kita!!
EmoticonEmoticon