Friday, 13 November 2015

Sistem Mata Angin Pada Masyarakat Adat Gayo & Alas


"Mata Angin Suku Alas"
C: Riduwan Philly


AEFARLAVA-Dalam geografi, mata angin merupakan panduan yang digunakan untuk menentukan arah. Biasanya arah mata angin digunakan semasa memandu arah atau mengemudi, semasa menggunakan kompas dan menggunakan peta.

Terdapat 8 arah mata angin utama di dunia yakni dengan urutan sebagai berikut (mengikuti arah jarum jam): Utara, Timur Laut, Timur, Tenggara, Selatan, Barat Daya, Barat, dan Barat Laut.


Di Indonesia sendiri banyak sekali penyebutan khas tentang arah mata angin dan cara penentuan
arahnya juga berbeda-beda tergantung dengan keadaan alam dari suatu wilayah tersebut bisa dengan melihat letak gunung, laut, matahari terbit, sungai dll. contohnya saja pada masyarakat Bali, Mereka mengacu pada penampakkan alam yakni:  arah terbit matahari (Kangin), arah tenggelam matahari (Kauh), gunung (Kaja) dan laut (Kelod). Banyak terjadi kesalah pahaman dan kelucuan yang terjadi pada orang Bali, terkait konsep arah yang mereka anut ini. Orang Bali yang berasal dari utara, sering tersesat di Selatan. Begitu juga sebaliknya, sebab bagi orang Bali Utara Kaja (gunung) berarti Selatan. Sebaliknya bagi orang Bali Selatan, Kaja (gunung) berarti Utara. 

Sedangkan pada masyarakat jawa mengenal 8 arah mata angin yakni : Utara (Lor), Timur Laut (Lor Wetan), Timur (Wetan), Tenggara (Kidul Wetan), Selatan (Kidul), Barat (Kulon), Barat Daya (Kidul Kulon), Dan Barat Laut (Lor Kulon).


Tak hanya di Bali dan Jawa pada masyarakat Aceh atau lebih khususnya pada masyarakat Gayo & Alas juga mengenal sistem arah mata angin namun Pada Masyarakat Gayo menurut Rajab Bahry dalam seminar Asal Usul/Budaya Gayo di Blangkejeren tanggal 25-26 November 2014 (dikutip dalam situs online LintasGayo). ia Mengatakan bahwa Gayo sama sekali tidak mengenal konsep arah mata angin. Untuk mengindikasikan arah, masyarakata Gayo menggunakan konsep Uken (hulu), Toa (hilir), Bur (atas) dan Paluh (bawah).


Namun, lain halnya denga Masyarakat Adat Alas yang mendiami Kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas (Red-Khang Alas), lebih jelas dan kompleks dalam penyebutan arah mata angin, mereka mengenal 4 mata angin yakni utara (Jahe), Selatan (Julu), Barat (Ncuah), dan Timur (Kenggugung).

Ada indikasi mata angin masyarakat adat alas menggunakan acuan aliran Sungai (Red-Lawe), terbit dan tenggelamnya matahari?. seperti yang kita ketahui Sungai (Red-Lawe) banyak sekali di tanoh Alas dan mengaliri hampir sepanjang wilayah Kabupaten Aceh Tenggara. Utara (Jahe) adalah hulu dari sungai sedangkan pada Selatan (Julu) Adalah Hilir dari sebuah Sungai. Sedang Timur (Kenggugung) Dilihat dari Terbitnya matahari, begitu juga dengan Barat (Ncuah) Dilihat dari tenggelamnya matahari (RpY)

Sumber :
  1. http://lintasgayo.co/2014/11/29/rajab-bahry-gayo-tidak-mengenal-arah-mata-angin
  2. http://nem3x.heck.in/nama-nama-arah-mata-angin-dalam-bahasa-j.xhtml
  3. Rajab Bahry
  4. Aulia Azhar
  5. Sadrun Pinim S.H
  6. Wikipedia

Berkomentarlah dengan Cara yang sopan dan punya etika, No Bully, No Sara, No Spam dan yang terpenting No Porn, biar Barokah hidup kita!!
EmoticonEmoticon