Saturday, 12 December 2015

Khutung Khampak, Air Zamzam Dari Agara




http://kaisosogarcia.blogspot.co.id/
Pemandangang Kute Lawe Sumur Foto :Abdul Karim

AEFARLAVA- Kutacane (Red-Tanoh Alas) sudah sejak lama dikenal sebagai daerah destinasi wisata air dan alam yang sangat menjanjikan dimasa yang akan datang jika dikelola dengan baik.hal ini didukung dengan letak geografis Kutacane, Kabupaten Aceh Tenggara yang berada di Taman Nasional Gunung Leuser yang sejak tahun 2004 diakui oleh UNESCO sebagai situs warisan dunia, sekaligus melekatkan Titel "Paru-paru dunia" kepada Kabupaten yang berdiri pada tahun 1974 silam. selain itu Tanoh Alas juga berada ditengah-tengah Bukit Barisan, yang seakan-akan membentuk seperti periuk mengelilingi Kutacane sebagai Isinya.

Dari sela-sela Gunung Leuser dan Bukit barisan memancar banyak sekali sumber mata air tawar yang mengalir deras sepanjang tahun membentuk sungai maupun telaga di segala sudut Bumi sepakat segenep ini. dari sekian banyak sungai yang mengaliri kabupaten ini terdapat dua sungai besar yakni Sungai Alas (Red-Lawe Alas) dan Sungai Bulan (Red-Lawe Mbulan).

Sungai Alas (Red-Lawe Alas), merupakan Salah satu dari sepuluh sungai terbaik untuk melakukan Rafting yang ada di Indonesia, Sungai ini juga merupakan sungai Terpanjang di Provinsi Aceh yang bermuara di Samudra Hindia. Sungai kebanggaan Khalak Alas (Red-Orang Alas) memiliki Grade 3-4 atau berklasifikasi D yakni sungai dengan kesulitan menengah dan tinggi.

Cukup sampai disitu dulu pengenalan tentang sungai Alas, kini kita akan membahas soal Mata air lain yang unik dari Kutacane.

Kalau kalian sudah pernah ke Kutacane, maupun yang akan hendak ke Kutacane, pasti akan melihat pemandangan unik di sepanjang jalanan kota, yakni banyaknya orang-orang yang menaiki becak motor yang dimodifikasi untuk mengangkut dirigen besar bewarna putih yang berisikan air.

http://kaisosogarcia.blogspot.co.id/
"Para penjual Air sedang mengambil Air di
Khutung Khampak (Foto :Abdul Karim)"

Mereka akan sangat mudah dikenali jika melewati rumah-rumah warga, dengan teriakkan khas mereka "Laweeee" yang dalam bahasa Indonesia memiliki arti Air.

Air yang mereka bawa didalam dirigen itu berasal dari Sumber mata air yang memancar dari bawah pohon durian di Kecamatan Lawe Sumur, atau lebih tepatnya di Kute Khutung Khampak.
Setiap hari ada puluhan orang yang mengambil air di tempat ini tanpa di filterisasi atau dimasak terlebih dahulu air langsung dipasarkan ke rumah-rumah warga yang berada di Sekitaran Kota Kutacane.

Penduduk yang mengkonsumsi air dari Kute Khutung Khampak tidak pernah merasa khawatir akan jaminan kesehatan dari air yang dijual tanpa difilter atau dimasak terlebih dahulu bahkan mereka beranggapan rasa air dari khutung khampak ini jauh lebih enak dan terasa ada manisnya dibandingkan dengan air-air yang lebih terjamin kesehatannya dan lebih dikenal dikalangan masyarakat Indonesia pada umumnya.

Secara etnimologi kata Khutung khampak berasal dari bahasa Alas, yakni Khutung (Red-Durian) dan Khampak (Red-Rimbun), hal ini dapat kita artikan bahwa akar-akar serabut yang dimiliki oleh pohon durian yang banyak telah mampu memfilter mata air secara alami, selain itu Tanoh Alas juga banyak memiliki penampakkan geografis tanah yang berupa batu kapur, yang kita ketahui bersama bahwa batu kapur bisa berfungsi sebagai filter alami untuk menyaring air.


http://kaisosogarcia.blogspot.co.id/
Telaga dari air Resapan mata air khutung khampak foto:
Abdul Karim


Menurut kepercayaan Masyarakat setempat, sumber mata air Khutung khampak tidak boleh dikomersilkan atau dijual oleh yang mempunyai lahan, jika dilanggar Mata air tersebut akan mengering dengan sendirinya, hal ini pernah terjadi menurut Insan penduduk setempat yang dikutip dari Medanwisata.com. air tersebut dikomersilkan tak selang beberapa lama air di khutung khampak mulai mengering, maka ditiadakanlah yang namanya penjualan air tersebut, untuk mengakali dan demi melindungi keterawatan air khutung khampak, dibuatlah sebuah kotak infak yang diisi secara sukarela oleh masyarakat yang hendak mengambil air.

Air dari resapan mata air khutung khampak mengalir dan membentuk sebuah telaga yang masih asri, sejuk dan sangat menyengarkan bagi siapa saja yang mandi atau berenang didalamnya. (RpY)

Sumber :
  1. Abdul Karim
  2. Medanwisata.com
  3. Riduwan Philly

Berkomentarlah dengan Cara yang sopan dan punya etika, No Bully, No Sara, No Spam dan yang terpenting No Porn, biar Barokah hidup kita!!
EmoticonEmoticon