Thursday, 28 April 2016

Mitologi Makhluk Misterius Menyerupai Manusia di Pulau Sumatra



Ilustrasi Orang Bunian Foto :Segiempat


Mitologi di dunia Tentang makhluk misterius yang menyerupai manusia seperti Yeti di Pegunungan Tibet dan Big Foot di Amerika Utara sudah sangat familier ditelinga kita dan sudah menjadi urban legend yang sangat di gandrungi peminat misteri di seluruh dunia yang di tunggu updatenya setiap waktu. namun jangan salah, di negeri kita sendiri, Indonesia lebih khususnya di Pulau Sumatera yang memiliki kebudayaan yang sangat banyak dan beragam juga memiliki Mitologi tentang makhluk misterius yang menyerupai manusia, meskipun dalam penyebutannya berbeda-beda dari Aceh sampai ke Lampung namun makhluk halus yang menyerupai manusia di Pulau Sumatera ini memiliki kesamaan seperti bentuk tubuh yang kecil, berbulu lebat dan mempunyai kaki dan tumit yang terbalik.


Maka dari itu, postingan kali ini akan membahas makhluk misterius yang menyerupai manusia di Pulau Sumatera secara spesifik dari setiap daerah dari Ujung utara Sumatera sampai ujung selatan Sumatera dikarenakan setiap daerah di Sumatera memiliki penyebutan dan kisah tentang makhluk yang menyerupai manusia sendiri-sendiri meskipun memiliki kesamaan sedikit berikut pemaparannya :

ACEH
Keberadaan makhluk misterius di Aceh memang telah menjadi isu yang sangat-sangat lama. Karena sangking begitu lama hingga menjadi mitos atau isapan jempol di masyarakat Aceh saat ini, perbincangan suku ‘mistis’ ini hanya sempat populer di beberapa era baik masa raja-raja Kerajaan Aceh Darussalam dan juga masa penjajahan Belanda.

Penyebutan makhluk misterius ini sendiri di Aceh memiliki penyebutan yang beragam, di Aceh Besar dan Pidie di sebut Suku Aneuk Coh-coh dan di dataran tinggi Gayo di sebut Suku Mante.

Suku Mante hidup di dalam gua-gua yang disebut Gua Beye, Jambur Atang, Jambur Ketibung, Jambur Ratu dan Jambur Simpang yang berada jauh di dalam hutan belantara Aceh dengan penyebaran dari Pidie, Aceh Tengah, Aceh Tenggara dan Aceh Timur.

Sejarawan Aceh, Prof Ibrahim Alfian, pernah menyebutkan dalam Kamus Gayo-Belanda susunan Dr GAJ Hazen, terbit tahun 1907, istilah Mante digunakan untuk sekelompok masyarakat liar yang tinggal di hutan. Sementara pada Kamus Gayo-Indonesia tulisan antropolog Nelalatoa, panggilan Mante juga disebutkan untuk memberi nama kelompok suku terasing setempat.

Menurut Kekeberen Gayo (Kesenian betutur di Suku Gayo), Makhluk misterius ini terbagi dua jenis yakni Mante dan Kumen.

Ciri dari Mante berkulit coklat dengan postur tubuh sekitar 150-an cm serta memakai gelang di leher, dan anting pemberat di telinga. sedangkan Kumen memiliki tubuh yang kecil pula berbulu lebat dan memiliki kaki yang terbalik kebelakang dan tumit yang menghadap kedepan.

SUMATERA UTARA

Homang adalah Sejenis makhluk yang wujudnya menyerupai manusia, tetapi berwajah menyeramkan lebih mirip ke "orang utan."  Berbulu dan ukurannya lebih besar dan lebih tinggi dari pria dewasa.Konon telapak kaki dan tangannya posisinya terbalik, jari jemarinya menghadap ke belakang. 

Makhluk ini suka menyesatkan seseorang ke suatu tempat sunyi atau ke dalam hutan belantara bahkan menculik (biasanya anak gadis) tetapi setelah beberapa hari mengembalikan ke tempat semula berada.

Makhluk ini beraksi di malam hari di jalanan kampung yang gelap atau di tengah hutan rimba belantara yang jarang atau tidak pernah dilalui manusia.

Menurut versi kisah Saribu Raja, ketika melewati suatu hutan rimba belantara (diistilahkan: “tombak na limuton, harangan rimbun rea, parhais-haisan ni babiat, paranggunanggunan ni homang” atau hutan berlumut, belantara lebat, tempat harimau mencari makan, tempat berayun-ayun homang) ia bertemu dan berkelahi dengan Sihomang. Namun akhirnya ia menikah dengan putri Si homang, seorang wanita cantik berwujud manusia bernama Nai Manggiring Laut.  Dari perkawinan ini lahirlah Si Raja Borbor.


Ilustrasi Foto : Google
  
SUMATRA BARAT

Orang bunian dipercaya merupakan makhluh gaib yang digambarkan memiliki kemiripan dengan sosok manusia. Disebut jika orang bunian memiliki tangan, kaki, kepala dan orang-organ tubuh seperti manusia, namun makhluk yang satu ini tidak hidup di dimensi manusia. Banyak yang percaya jika makhluk legendaris ini menempati tempat-tempat terpencil seperti tengah hutan, bukit-bukit tinggi, perkuburan atau bangunan-bangunan tua yang telah ditinggalkan begitu saja dalam waktu yang lama.

Kisah legenda tentang orang bunian berasal dari kepercayaan adat istiadat masyarakat Minangkabau, Sumatera Selatan. Konon menurut legenda, orang bunian merupakan perwujudan sosok dewa, namun bagi masyarakat Minangkabau sosok dewa yang mereka maksud tidak seperti ajaran yang dianut dalam kepercayaan Hindu atau Budha. Mereka menyebut orang bunian sebagai makhluk halus yang mendiami hutan-hutan rimba, konon biasanya menurut legenda masyarakat setempat orang bunian akan menculik anak kecil di waktu-waktu tertentu. Menurut kepercayaan masyarakat sekitar, rang bunian biasanya akan menggoda anak keci dengan menyebarkan aroma masakan yang sangat lezat atau yang lebih dikenal dengan istilah ‘samba dewa’.

Secara tak sadar, orang bunian telah menjadi legenda yang sangat terkenal bahkan sampai saat ini banyak peneliti dan para ilmuan dari mancanegara yang masih terus membuat penelitian untuk membuktikan keberadaan makhluk yang satu ini. Pasalnya, bagi mereka orang bunian sebenarnya tak lebih hanya merupakan makhluk langka yang hidup ditengah hutan belantara dan sangat menutup diri dari kehidupan manusia pada umumnya. 

Beberapa peneliti sempat menjelaskan jika legenda ini tidak hanya sekedar cerita, pasalnya saat melakukan penelitian mereka berhasil menemukan bukti-bukti tentang keberadaannya. Seperti jejak kaki hingga sebuah rekaman video yang konon merupakan rekaman bukti keberadaan kisah legendaris ini. Dari situ mereka pun mulai membentuk sebuah skema tentang perwujudan sosok makhluk yang satu ini. 

Menurut salah satu sumber, hasil penelitian menggambarkan jika orang bunian adalah sebuah makhluk hasil evolusi kera. Para peneiti mengatakan jika makhluk yang satu ini berjalan dengan kedua kakinya seperti manusia, bahkan mereka pun berjalan di atas tanah tapi dengan ukuran yang jauh lebih kecil dan lebih pendek dari manusia.

BENGKULU
 
Sebabah memiliki bentuk yang mirip dengan manusia hanya saja mereka bertubuh kecil dan berkaki terbalik. Lebih kedaerah pedalaman Bengkulu lagi ada juga kisah tentang mahluk Gugua, yang mempunyai perawakan berbulu lebat, berpostur pendek pemalu dan suka menirukan tingkah laku dan perbuatan manusia.

JAMBI, SUMATERA SELATAN, LAMPUNG

Tiga daerah ini sepakat menyebut makhluk misterius menyerupai manusia dengan sebutan Uhang pandak atau orang pendek.

Salah satu peniliti asing yang bernama Deborah Martyr begitu sangat tertarik dengan legenda ini dan melakukan penelitian, namun hingga saat ini penelitian tersebut belum menunjukkan hasil. 

Istilah Uhang pandak adalah pengertian dari orang yang bertubuh pendek. Mereka merupakan mahluk yang keberadaannya telah diketahui sejak puluhan tahun yang lalu mereka hidup dan tinggal di pegunungan Kerinci dan hutan belantara Jambi, Sumatera Selatan dan Lampung, namun hingga saat ini sulit menemukan bukti fisik dan otentik tentang keberadaan mahluk ini. Keberadaan mereka sendiri sering dilaporkan oleh orang-orang yang secara tidak sengaja bertemu dengan mereka, banyak dari wisatawan dan peneliti mancanegara yang melakukan riset tentang alam Gunung Sebelat secara tidak sengaja bertemu dengan kumpulan mahluk ini.

Informasi yang berhasil dikumpulkan mampu memberikan gambaran tentang Uhang Pandak ini. Mereka adalah mahluk yang hidup di atas tanah, berjalan dengan kedua kakinya dengan tubuh yang diselimuti oleh bulu pendek (abu-abu hingga coklat) dan tinggi tubuh sekitar 80 cm hingga 150 cm. Beberapa ahli bahkan mengklasifikasikan Uhang Pandak sebagai bagian dari rantai evolusi yang mereka sebut “kera misterius”.



Sumber :

  1. http://www.tobatabo.com/1362+misteri-homang-dan-gulambak-pada-suku-batak.htm
  2. http://segiempat.com/aneh-unik/mistis/legenda-orang-bunian/
  3. http://lintasgayo.co/2015/10/28/manti-kumen-bukan-dongeng 
  4. Acehkita.com 


Berkomentarlah dengan Cara yang sopan dan punya etika, No Bully, No Sara, No Spam dan yang terpenting No Porn, biar Barokah hidup kita!!
EmoticonEmoticon