Friday, 11 November 2016

[[Cerpen]] Normal.....?

http://kaisosogarcia.blogspot.co.id/
Normal Credit : Google
Gubahan : Riduwan Philly




          Sekarang, siapa yang tak kenal dengan aku?, Semua orang kenal denganku, Orang-orang akan tersenyum dan menyapa tatkala berpapasan muka denganku, entah dari jarak beberapa meter bahkan hingga dari jarak puluhan meter semua orang di kota kecil ini akan menyapaku dengan sapaan khas mereka mengangkat tangan kanan sebahu dengan terbuka.

            Sebulan sudah aku pindah dari kota Medan, kota yang penuh kepenatan. Sebulan bukanlah waktu yang lama bagiku untuk menjadi tersohor di kota kecil ini. Bahkan sebelum kedatanganku, mereka telah mengelu-elukan kehebatanku, sama halnya penduduk Athena menunggu kedatangan Achilles penembus benteng Troy yang melegenda. 

            Rupanya kali ini berita burung mampu mengalahkan dunia maya dalam hal penyebaran informasi kemenanganku atas sebuah kasus pembunuhan langka. Semuanya bermula saat awal musim hujan di tahun 2014, terdapat sebuah kasus pidana langka, yang teman sejawatku tak ada satupun yang tertarik untuk mengambil dan memecahkan kasus unik ini bahkan mereka sering berbincang dengan diselingi kalimat “Siapa saja yang mengambil kasus ini, tamat sudah karirnya”

            Seorang gadis muda ditemukan tewas tanpa sedikitpun mengeluarkan darah, padahal anggota panca indranya tak lagi menyatu dengan anggota tubuh lainnya, darah gadis itu hilang dan menguap begitu saja, mayatnya ditemukan di sebuah villa mewah kota Brastagi, areanya orang-orang berduit mencari kesenangan duniawi. Rumor dengan cepat menyebar  bahwa gadis muda itu telah menjadi tumbal bagi Pemilik Begu ganjang[1] Yang gila akan harta kekayaan, namun ada juga versi lain yang mengatakan bahwa sang gadis merupakan pemuja setan yang karena sebuah kesalahannya setan yang ia puja murka.



            Lilin-lilin mengelilingi tubuh mayat tersebut membentuk bintang daud, sebelumnya warga setempat tidak mengetahui akan kehadiran gadis muda itu di dalam villa, mereka hanya mengetahui bahwa villa mewah berwarna creme tersebut dimiliki oleh salah satu pengusaha kayu dari pulau Jawa, yang mana pengusaha tersebut jarang pula berada di villa, jadi villa dibiarkan kosong begitu saja tanpa adanya penghuni dan hanya didatangi sesekali oleh penduduk setempat yang oleh pengusaha diberikan kepercayaan untuk setiap hari dicek keadaan villa atau sekedar menghidup dan mematikan lampu teras.

            Sebulan penuh polisi melakukan penyidikkan, namun nihil, tak ada perkembangan yang berarti, yang mereka ketahui hanyalah rumor bahwa sang gadis adalah pemuja setan atau tumpal dari pemilik begu ganjang, bahkan untuk mengetahui identitas dari sang gadis polisi belum juga mampu untuk menguaknya, sang pemilik villa telah dipanggil dan didengar atas keterangannya namun, hanya dengan sekali pemanggilan saja sang pengusaha dinyatakan tidak bersalah, aku mulai penasaran dan tertarik mengikuti kasus ini, polisi juga telah memanggil penduduk setempat yang biasa menghidup dan mematikan lampu villa, dari keterangannya bahwa ia disaat peristiwa itu terjadi sedang berada di kota medan membawa sayur-sayuran miliknya, hal ini didukung oleh keterangan sang istri dan juga kepala desa.

Pak izinkan saya mengambil kasus ini!”

“Kamu yakin, ini kasus langka, sudah banyak polisi-polisi senior yang menyerah untuk mengungkap kasus ini!” atasanku seakan ragu akan kopetensiku menguak kasus yang sepakat kami beri nama kasus gadis tanpa organ panca indra.

“Saya sangat yakin pak, apa bapak lupa saya adalah lulusan terbaik akpol tahun ini!”

“iya saya tau, dan sebentar lagi kamu akan menggeser posisi saya disini, tapi tunggulah sampai bantuan datang dari jakarta!”

            Aku sabar saja menunggu kedatangan polisi-polisi manja dari jakarta itu, mereka hanya akan merepotkan kami saja, belum lagi penginapannya, makannya dan sebagainya harus kami yang sediakan, dan pasti kasus ini gagal mereka pecahkan juga nantinya.

            Musim hujan sudah mencapai puncaknya, namun setiap malam aku selalu bermimpi didatangi sesosok wanita muda yang berparas cantik ia seakan ingin berteriak dan mengucapkan sesuatu kepadaku namun suaranya tak kunjung dapat aku dengar dengan jelas yang aku dengar hanyalah seperti bisikkan-bisikkan parau, dan dalam dunia nyata aku menyaksikan mentari datang disaat malam, hal ini terjadi dan terus berulang-ulang sejak kasus ini aku ambil.

Apakah ia ingin memberikan suatu petunjuk kepadaku, tolong berikan aku gambaran yang jelas” aku bergumam didalam hati seakan ingin mencari jawabannya sendiri didalam pikiranku.

            Pernah suatu hari, sesosok wanita itu datang lagi dan mencoba menutunku kesebuah rumah tua, aku tergerak untuk mengikutinya berlahan-lahan dengan sedikit keraguan sampailah saat aku berada didepan pintu rumah tua dengan sedikit keraguan aku membuka pintu rumah, aku dapati gelap tanpa cahaya di se-isi ruangan “Ohh tuhan, bau apakah ini, rumah ini pastilah terkutuk!”

“Gebrakkkkkk!” darah mengucur deras dari kepalaku, aku tak sadarkan diri yang aku dengar hanyalah bisikka-bisikkan aneh dari sosok wanita yang menuntunku tadi.

***

Sebulan kemudian.

sudah sebulan kau tak sadarkan diri goh, apa yang terjadi?” Komandan menatapku tajam dan penuh dengan tanda tanya besar dipikirannya.

Sesosok wanita muda menutun saya ke sebuah rumah tua pak yang isi rumah itu sangat pengab berbau busuk dan juga gelap!”

“kau kenal aku tidak?”

“saya sangat kenal, anda adalah komandan saya!”

            Aku sangat terkejut mendengar keterangan dari komandan bahwa aku ditemukan oleh rekan-rekanku bukanlah di sebuah rumah tua melainkan di sebuah bukit bersimbahkan darah, dan tangan kananku memegang sebuah palu dan aku terus menerus mencoba menyakiti diriku sendiri.

            Dia ada dimana-mana....ia melihatmuuuu!”  begitulah kata komandan kalimat terakhir yang aku ucapkan sebelum aku tak sadarkan diri, sama persis dengan kalimat dari sosok gadis penuntunku.  

            Tiga hari sejak komandan menjengukku, dokter telah memberikan izin kepadaku untuk kembali berdinas, namun aku merasakan keanehan lagi rekan-rekan sejawatku tak ada satupun yang menyambut kedatanganku, semua seperti biasa saja, seperti tak ada yang pernah terjadi apa-apa kepadaku, tatapan mereka kosong, tak ada senyum, tak ada canda yang biasanya aku dengar di pagi hari.

            Aku mencoba menegur mereka, tak ada satupun yang menjawab panggilanku “Assalamualaikum, adi, apa kabarmu?” Adi teman baik didinaspun tak kunjung menjawabku.

            Dia ada dimana-manaaaa....ia melihatmuuuuuu!” Sontak saja membuat aku terkejut dengan kalimat itu, seisi kantor mengucapkan hal yang serupa secara bersama-sama dan berulang-ulang, aku berusaha sekuat tenaga untuk lari dari kantor, namun pintunya tak dapat aku raih rekan-rekan sejawatku telah terlebih dahulu menangkap kakiku.

            Gegoh, bangun goh!”Adi membangunkanku, sudah lima jam aku tertidur di depan kantor dinasku.

            Kau sudahi saja kasus ini goh!”

            “Aku tak bisa adi, semua yang aku mulai harus aku akhiri, walau nyawa taruhannya!”

            “Kau akhir-akhir ini semakin aneh saja tingkahmu, sebenarnya apa yang dibilang oleh gadis didalam mimpimu?”

            “Aku juga belum paham betul apa yang ia beritahu kepadaku, ia seperti tak memiliki lidah makanya suaranya tak begitu jelas aku tangkap!”

            “Ohh, ya sudah kau istirahat saja dulu, bantuan dari jakarta telah datang kemarin!”

            Aku tak menghiraukan saran adi aku tetap menjalankan dinasku hari ini, atas izin dari komandan aku mengikuti penyidikan yang dilakukan oleh penyidik yang didatangkan dari jakarta.

***

            Sudah aku duga sebelumnya, tiga minggu waktu berlalu, penyidik dari jakarta itu tak bisa berbuat banyak, malahan mereka mulai percaya akan rumor yang berkembang di masyarakat.

            Gadis muda itu seakan hidup sendiri, sebatang kara tanpa teman tak ada satu keluargapun yang melapor kehilangan anggota keluarganya, komandan pun sudah pasrah dan menutup kasus yang berlarut-larut ini sebagai kasus X tanpa jawaban.

            Aku tak menyerah begitu saja, meskipun kasus ini telah ditutup oleh komandan jiwa keingin tahuanku sangat tinggi, ada apa sebenarnya yang terjadi di villa mewah ini, kenapa tak ada satu petunjukpun yang bisa kami dapat untuk memecahkannya, begitu rapi kah si pembunuh menutup semua celah?.

            Kalau cara rasional tak dapat memecahkannya, cara irasional pun akan aku tempuh!” aku mencoba meyakinkan diri bahwa ada sesuatu hal diluar akal pikiran manusia yang manusia itu sendiri tak mampu menjangkaunya.

            Aku memberanikan diri untuk mencari cenayang dan meminta bantuannya, setelah kesana-kesini aku mencari cenayang yang betul-betul seorang yang memiliki ilmu gaib bukan penipu yang bisanya hanya memeras dan mencari uang sebanyak-banyaknya dari clien nya.

            Kau yakin ingin menempuh hal ini?”

            “Saya sangat yakin tuan cenayang!”

            “Kau tau konsekuensinya jika sudah melakukan kontak dengan alam gaib?”

            “Saya tidak tau tuan, dan kalaupun ada saya siap menanggunngnya!”

            Sebelum cenayang memulai ritualnya, dia mengajukan beberapa pertanyaan kepadaku, yang pertanyaan itu mengenai pengalaman-pengalaman aneh yang menimpaku akhir-akhir ini, padahal aku belum pernah memberitahu akan hal itu kepadanya.

            Apa yang ia katakan padamu kala itu waktu kau ditemukan pingsan di atas bukit?”

            “Tidak ada tuan cenayang, ia hanya bergumam tidak jelas!”

            “Jangan bohong kepadaku, aku tau kau diberi petunjuk darinya!”

            Tuan cenayang mencoba meyakinkan aku untuk mengungkapkan semua yang dikatakan oleh sang gadis berparas cantik yang menuntun aku ke rumah tua, selama dia menangani Clien nya selama ini, apabila ada kasus dimana roh atau setan mencoba kontak langsung dengan manusia, pastilah ada pesan yang ia sampaikan dan pasti roh tersebut akan marah jika pesannya diberitahukan kepada orang lain.

            Benar saja yang dikatakan oleh cenayang setelah aku ingat-ingat, komandan pernah mengatakan sebelum pingsan aku sempat mengatakan kalimat “Dia ada dimana-mana....ia melihatmuuuu!”  tuan cenayang tak begitu saja percaya ia menyuruh kepadaku untuk menanyakan secara detile apa saja yang aku ucapkan sebelum pingsan.

            Ada yang ditutupi oleh komandanmu, pulanglah dan tanyakan kepadanya, jika sudah dapat maka segeralah kau kemari!”

            “Baik tuan cenayang, saya mohon pamit!”

            Sepanjang perjalanan pulang aku memikirkan, apa betul komandan telah menyembunyikan suatu rahasia,selama ini aku mengenal dia adalah orang yang terbuka dan jujur, ahgg biar saja nanti aku bertanya langsung dengannya kalaupun dia tidak mau mengaku, aku tetap mempercayai komandaku dari pada cenayang yang sok tau itu.

            Hari sudah larut malam, aku putuskan untuk tidak kerumah komandan, aku langsung saja untuk pulang, mengumpulkan tenagaku esok hari.

***

            Ohh tuhan lagi-lagi aku ditemukan tertidur di tempat yang bukan kamarku, aku berada di depan rumah komandan, mobilku juga berada persis didepanku, aku dapati diriku terbogrol oleh rekan-rekan sejawatku, mereka mengatakan aku membuat kegaduhan tadi pagi, aku mencoba merusak rumah komandan dengan batu sembari mengatakan “Ampuni aku.....dia melihatkuuuu,,,, pergi kamu!”

            Kejadian memalukan itu sungguh diluar kendaliku, aku tak tau setan apa yang merasuki tubuh ini, surat cutipun aku dapatkan siang harinya atas konsekuensi dari perbuatanku tadi pagi.

            Aku sudah tidak tahan aku harus menemui tuan cenayang itu, semua harus aku selesaikan hari ini juga, aku ingin duniaku yang nyaman kembali lagi seperti sedia kala.



            Bukanlah hal yang mudah bagiku untuk meyakinkan tuan cenayang agar membantuku untuk dapat berkomunikasi secara langsung dengan gadis yang memberi petunjuk kepadaku.

            Dia mengatakan jika aku sudah masuk ke alam gaib, besar kemungkinan aku akan mengalami banyak permasalahan seperti aku akan mampu mendengar bisikkan-bisikkan aneh dari arwah-arwah penasaran yang hendak menyampaikan pesan kepada manusia yang hidup, mampu juga melihat arwah-arwah tersebut dan bahkan yang paling fatal orang yang mencoba berkomunikasi dengan alam gaib bisa jadi takkan mampu mencari jalan untuk kembali lagi kedunia nyata.

            Saya menerima konsekuensi itu semua tuan, bantu saya!”

            “Baiklah jika itu kemauanmu, aku turuti saja”

            “Sekarang apa yang harus kita lakukan tuan?”

            ”Ikuti kata-kataku, pejamkan matamu dan duduklah diatas kursi tua itu!”

            Aku menuruti saja keinginan tuan cenayang itu tanpa banyak tanya, ritual pun dimulai aku duduk dikursi tua yang aku perhatikan sepertinya kursi ini sudah sangat tua, dilihat dari modelnya seperti kursi-kursi zaman kerajaan majapahit, aku berusaha untuk rileks dan memejamkan mata seperti yang diinginkan tuan cenayang.

            Lantai dan Kakiku sudah di basahi dengan air yang katanya sudah dicampur dengan garam, seketika saja aku berada disebuah rumah sangat besar, aku terduduk didepan jendela yang diluar aku dapati kerumunan orang menantapku sinis, mereka seperti mayat hidup, sebentar, dari arah belakang seperti ada yang melangkah mendekatiku, aku hanya bisa menoleh kebelakang tanpa bisa memutar badanku yang sudah terpatri dengan kursi tua ini menghadap ke jendela.

            Kau kenal aku gegoh?”

            “Tidak, siapa kamu, aku mencarimu selama ini, aku hendak memecahkan kasusku!”

            “Aku maya, sustermu  mari kita ke rumah sakit, kau tak bisa lagi kemana-mana, pertualanganmu sudah berakhir!”

            Apa yang engkau katakan? Bukankah kau sudah meninggal?”

            “Aku masih hidup, kau adalah pasienku, kau menginap Skizofrenia, khayalanmu tak bisa kau bedakan dengan dunia nyata!”

            Apa yang terjadi dengan diriku, semua seperti nyata bagiku, aku sempat berpikir ini adalah trik dari setan biar aku kalah didunia gaib ini.

            Kau adalah Ipda gegoh, mantan penyidik yang telah di bebas tugaskan akibat penyakitmu!” Suara khas yang sangat familier ditelingaku datang dari sisi kananku, dia komandanku.

            Kau didakwa dua pembunuhan terhadap seorang gadis dan cenayang, kau juga melakukan pengrusakan rumah aku, komandanmu, dan mencoba menyakiti diri sendiri dengan palu,  jadi sekarang menyerahlah, obat bius itu telah menyebar ke tubuhmu”.

            Ohh tuhan, apakah ini nyata atau tipuan setan belakang.....! “ berlahan-lahan daya penglihatanku mulai memudar, jadi kehebatanku selama ini adalah khayalanku semata, terlalu banyak khayalan namun tak bisa ku tangkap, sungguh Skizofrenia[2] ini berlahan-lahan membawaku ke pintu neraka (Gubahan Riduwan Philly Oktober 2016)


[1] Begu Ganjang : Hantu dalam mitologi Suku Batak dan Karo
[2] Skizifrenia :Nama penyakit yang mana penginapnya tak mampu membedakan dunia nyata dengan khayalan.

Berkomentarlah dengan Cara yang sopan dan punya etika, No Bully, No Sara, No Spam dan yang terpenting No Porn, biar Barokah hidup kita!!
EmoticonEmoticon