Wednesday, 9 November 2016

Berkenalan Dengan Kopi Aren

Kopi Aren berlatarkan sungai Alas
Credit : Budiman Philly

AEFARLAVA-Kopi Gayo? untuk penggila kopi generasi sekarang siapa yang tak kenal dengan nama kopi yang digadang-gadang sebagai salah satu kopi terbaik yang ada di dunia, dan bahkan pada tahun 2010 silam, kopi khas dari dataran tinggi ini telah dipatenkan dengan sertifikat indikasi geografis, itu artinya kekhasaan dari kopi ini sudah diakui oleh dunia Internasional, dan hanya ada di dataran Tinggi Gayo,  yang mau saya tanyakan sekarang apakah anda mengenal yang namanya kopi aren? apa itu kopi aren? dan dari mana asalnya? dan apa hubungannya dengan kopi Gayo? kalau belum tau dan penasaran berikut penjelasannya!!!

Kopi Aren merupakan salah satu minuman khas dari Kutacane, Kabupaten Aceh Tenggara, minuman ini dibuat dengan memadukan air seduhan biji kopi ditambah dengan air nira atau bisa juga dengan gula jawa (Gula aren). jadi disitulah letak keunikan dari kopi ini! Kopi tanpa menggunakan gula pasir buatan pabrik sebagai pemanisnya, pemanis dari kopi ini berasal dari air ijuk atau air enau yang baru saja diambil dari pohonnya, anda jangan kawatir dengan kehalalan air nira tersebut karena biasanya yang berjualan kopi aren memiliki kebun arennya sendiri-sendiri dan dekat dari kedei tempat dijualnya kopi tersebut, air aren hanya dapat bertahan selama 3 (tiga) hari selepas itu akan terjadi fermentasi cikal bakal menjadi tuak. Jika masih ragu anda bisa melihat secara langsung proses pembuatannya dikarenakan tempat dibuatnya kopi aren dengan duduk pengunjung tidak begitu jauh.


kopi aren  sangat lah aman dan nyaman dilambung dan tidak menimbulkan efek berdebar-debar pada dada, sangat cocok bagi orang-orang yang mengidap diabetes atau yang takut terkena penyakit nomor 3 membunuh orang Indonesia, kenapa bisa? dikarenakan pemanisnya berasal dari pohon aren bukan dari gula pasir buatan pabrik.


Pembuatan kopi ini sangatlah mudah, biasanya kopi yang digunakan dalam kopi aren adalah kopi Gayo, jadi secara ringkas saya jelaskan biji kopi yang sudah diseduh dituangkan ke dalam gelas besar dengan takaran air ½ dari gelas, setelah itu barulah air aren yang baru saja diambil dari pohonnya dituangkan kedalam gelas yang sudah berisi kopi gayo setengahnya lagi, jadi anda  sudah terbayang bukan bagaimana nikmatnya kopi gayo ditambah segarnya air aren yang baru saja diambil dari pohonnya!!!


Air aren sendiri sudah tak asing lagi bagi kehidupan masyarakat di tanah Alas (Kabupaten Aceh Tenggara), dulu sebelum adanya gula pasir buatan pabrik, air aren adalah primadona bagi ibu-ibu dalam menyeduh kopi atau teh bagi keluarga ataupun tamu yang hadir.

Tampak pemandangan Sungai Alas dan Kutacane
dari atas bukit cinta Credit : Aefarlava


Masyarakat Tanah Alas mempercayai bahwa pohon aren merupakan penjelmaan dari seorang putri cantik yang menolak pinangan salah seorang raja di tanah Alas, hal ini senada dengan yang dikatakan oleh  Budi Indra yang saya kutip dari Kompasiana

Zaman dulu ada seorang raja yang ingin meminang seorang perempuan cantik di sebuah kute (kampung). Perempuan itu bernama Putri. Sementara itu, si Putri sudah punya tambatan hati. Namun, orangtua Putri tidak kuasa menolak permintaan raja, karena keluarga mereka terlilit utang pada raja tersebut. Akhirnya, si Putri minta tubuhnya dicincang kecil-kecil, lalu bahagian tubuhnya diserahkan kepada raja. Setelah dicincang, ternyata tubuh Putri berubah menjadi sesuatu yang sangat berguna. Ada bahagian yang menjadi air, ada yang menjadi lidi, ada yang menjadi buah dan sebagainya....


Unik bukan legendanya, apakah anda sudah merasa penasaran? Pasti anda bertanya-tanya dimana bisa mendapatkan kopi aren tersebut? Tenang, jika anda sedang berada di Kutacane anda bisa langsung menujua ke Bukit Cinta, bukit ini berada di Perbukitan Bukit Barisan yang termasuk ke dalam Kecamatan Darul Hasanah sekitar 3 Km dari pusat kota Kutacane. Jika anda berada di kutacane maka arah yang hendak anda tuju adalah jalan menuju ke arah Blangkejeren, Jika mau menempuh ke tempat tersebut saya sarankan untuk membawa kendaraan pribadi karena tidak adanya angkutan umum yang menuju kesana. Sesampainya disana disepanjang jalan bukit cinta, anda akan melihat berjejer pondok-pondok kecil yang menyuguhkan kopi dan teh Aren

Penulis saat menikmati kopi Aren
Credit : Budiman Philly


Kenapa bisa bukit tersebut disebut Bukit cinta? apa karena banyak orang yang sedang memadu kasih dibukit tersebut? bukan tentunya, hal ini disebabkan karena dari atas Bukit ini anda akan di sajikan panorama alam yang romantis dan anda akan bisa melihat Kota Kutacane secara menyeluruh dari segala sudut, sungai Alas dan Juga Gunung Leuser paru-parunya dunia. jika kamu bukan pecinta kopi di situ juga tersedia teh aren. di dekat bukit cinta anda juga bisa menjumpai makam Raja Dewa (penyebar Syiar Islam pertama di Tanoh Alas) dan juga anda bisa menjumpai sungai yang bernama Lawe Sikap air ini dapat anda minum secara langsung di karenakan di sekitar sungai ini ada batu kapurnya dan mata air sungai ini panas dan berasal dari celah-celah dari batu kapur.

Jadi, tak lengkap rasanya jika anda berwisata  ke Kutacane dan pulang tanpa menimati kopi dan teh aren serta segarnya air aren itu sendiri sebagai kenang-kenangan bahwa anda telah mampir di Kutacane Negeri Guru Leman. harga kopi aren sendiri berkisaran Rp.4.000,00 atau Rp.6000,00 saja, bagaimana tertarik?

Refrensi :

  1. http://www.kompasiana.com/pelangi-rn/kopi-aren-kopi-tanpa-gula-khas-aceh-tenggara_5548b23aaf7e615e128b4567
  2. https://kaisosogarcia.blogspot.co.id/2015/09/ini-dia-oleh-oleh-khas-dari-kutacane.html
  3. http://kaisosogarcia.blogspot.co.id/2014/10/surga-wisata-alam-dan-budaya-yang.html

Berkomentarlah dengan Cara yang sopan dan punya etika, No Bully, No Sara, No Spam dan yang terpenting No Porn, biar Barokah hidup kita!!
EmoticonEmoticon