Monday, 12 December 2016

Jangan Panggil Aku Cino (Sinopsis Cerita)

Poster Jangan Panggil Aku Cina
Credit :Bungocinto
        
           AEFARLAVA: Assalamualaikum....? apa kabar semua penikmat setia dan pembaca yang budiman di dunia blogger dimana saja anda berada, kali ini saya ingin sedikit membahas dan mengulas sebuah FTV yang pasti bukan FTV murahan ya yang mau kita ulas sekarang!! FTV ini menceritakan kita tentang pentingnya menghormati arti perbedaan, penuh dengan inspirasi, gejolak darah muda, pemberontakkan anak muda terhadap adat yang kolot dan tak sesuai lagi dengan masa sekarang.

           Jangan Panggil Aku Cina adalah sebuah judul FTV (Film Televisi) yang berlatarkan kehidupan di ranah Minangkabau yang masih kental dengan nuansa adaik basandi sara, sara basandi kitabullah. 

           Cerita ini di mulai dengan kemarahan remon dengan ibu angkatnya yang keturunan Cina yang tak bisa memberikan sejumlah uang untuk digunakannya membayar hutang, remon juga melampiaskan kemarahannya kepada Olivia (Leony VH) yang merupakan anak kandung sang ibu, remon mengatakan bahwa matanya tak sesipit olivia dan kulitnya tak seputih olivia, dan yang paling membuat remon menyesal telah diangkat menjadi anak di keluarga keturunan cina miskin adalah sang ibu angkat tak mampu  membiayai remon untuk sekolah.

           Permasalahan kulit dan mata sebenarnya tak hanya dialami oleh remon, Olivia yang merupakan keturunan cina yang berkulit putih bersih dan bermata sipit juga sejak kecil telah mengalami pembulian dan diskriminasi dari kawan-kawan sebayanya karena hanya soal perbedaan tersebut. Sejak kecil Olivia yang merupakan keturunan cina merasa bahwa dirinya adalah orang Minangkabau, dan mengatakan kepada kawan-kawannya jika ia sudah besar dan menikah nanti ingin menggunakan suntiang (pakaian adat Minang) yang sangat besar dan tinggi, namun yang membuat olivia sedih teman-temannya malah menghina olivia dengan mangatakan olivia adalah orang cino, tidak boleh memakai suntiang.

             Di tempat keluarga lainnya pulang lah seorang pemuda yang bernama Yusril (Teddy Syach) yang merupakan seorang Dokter yang baru saja menyelesaikan Koasnya di kepulauan Mentawai ke kota Padang untuk bekerja di sebuah puskesmas dekat pondok. 

            Yusril yang merupakan pria keturunan asli urang awak tanpa sengaja mampir ke toko olivia yang berjualan kripik balado, dengan alasan toko tempat biasanya ia membeli kripik balado telah tutup, olivia mempersilahkan yusril untuk masuk dan memberikan sepuluh buah kripik balado kepada yusril yang dibeli untuk aida yang hendak ke pulau jawa melanjutkan studynya sekaligus mengunjungi mamak (Paman) yang telah berjasa membiayai uang kuliah sampai yusril menjadi Dokter sekarang ini, sudah menjadi tradisi di ranah Minangkabau seorang Mamak (paman) membiayai sekolah kemenakannya.

               Ternyata perjumpaan pertama Yusril dan olivia telah membuat mereka jatuh cinta pada pandangan pertama, tak disangka pula aida sangat menyukai kripik balado buatan toko olivia dan meminta yusril untuk membelikan lagi sepuluh bungkus untuk teman-teman aida yang berada di pulau jawa, perjumpaan mereka secara tak sengaja terus berlangsung tatkala Yusril yang merupakan Dokter di puskesmas pondok bertemu dengan olivia yang sedang membawa neneknya berobat ke tempat yusril berdinas, hari demi hari hubungan yusril dan olivia semakin dekat, dan akhirnya mereka memutuskan untuk berpacaran, dan timbullah niat yusril menikahi olivia.

              Namun permasalahan pun mucul mamak (paman) yusril yang merasa telah berjasa membuat yusril menjadi pandai hingga mendapatkan gelar dokter atas desakkan mak tuo (istri dari paman yusril) meminta yusril menikahi ana anak dari mamaknya yang yusril sudah menganggap ana adalah sebagai adiknya sendiri.

              Disinilah peran seorang perempuan sangat tampak dalam kehidupan keluarga di Minangkabau, desakkan demi desakkan mak tuo kepada mamak yusril akhirnya memaksa yusril untuk menuruti kemauannya untuk membalas jasa budi baiknya selama ini, namun yusril tetap pada pendiriannya, baginya mau cina atau tidak sama saja dimatanya.

                Dengan cara baik-baik akhirnya mamak dan mak tuo yusril mau menerima keputusan yusril menikahi seorang gadis keturunan dari cina, namun dengan satu sarat yakni keluarga olivia harus membayar pitih panjampuik sebesar 40 juta dikarenakan yusril adalah seorang dokter, dengan uang hasil jual mobil yang sebesar 20 juta ditambah hasil uang penjualan koin emas peninggalan Belanda yang disimpan oleh nenek olivia sebesar 40 juta namun 20 jutanya lagi digunakan untuk membayar hutang-hutang ramon yang sudah insaf dan memohon ampun pada ibu angkatnya, akhirnya Olivia bisa meraih mimpinya memakai suntiang yang sangat besar dan hidup bahagia di kota Jakarta tempat yusril bekerja sekarang.

Berkomentarlah dengan Cara yang sopan dan punya etika, No Bully, No Sara, No Spam dan yang terpenting No Porn, biar Barokah hidup kita!!
EmoticonEmoticon