Thursday, 5 January 2017

[Opini] Cerdas Dalam Menyerap Berita



Credit : Kompasiana


       AEFARLAVA: Akhir-akhir ini bangsa Indonesia banyak diterpa dengan isu-isu berita yang menjadi viral dan kontroversial, bukan karena kehebatan dari si penulis dalam merangkai sebuah kata menjadi kalimat yang mampu menginspirasi jutaan masyarakat Indonesia, melainkan berita yang menjadi viral dan kontroversial tersebut berisikan berita hoax atau kebohongan yang menimbulkan kebencian, hujatan, dan perpecahan antar sesama anak bangsa, Berita-berita hoax tersebut biasanya tidak jelas dari mana refrensi berita, siapa penulis, pengelola, redaksional dan tidak bisa dipertanggungjawabkan pula keasliannya.

       Kurangnya budaya membaca ditenggarai menjadi salah satu penyebab cepatnya beredar berita bohong atau hoax di masyarakat.[1] Kebanyakan, pembaca berita digital di Indonesia hanya membaca kalimat awal  dari sebuah berita digital tanpa mau membaca secara keseluruhan tulisan bahkan diperparah lagi sebagian masyarakat kita hanya membaca judul berita dan komenannya saja yang mereka anggap sudah cukup untuk mendeskripsikan secara keseluruhan sebuah berita. Dengan bermodalkan informasi yang hanya judul maupun kalimat awal mereka dengan cepat menyebarkan berita secara berantai dari mulut kemulut dan yang tidak bisa kita pungkiri lagi sejak dahulu penyebaran informasi bangsa kita lebih gemar dengan cara lisan bukan dengan tulisan jadilah berita berisi kebohongan dengan cepat menyebar dan diyakini keakuratannya tanpa mau mencari lebih dahulu keasliannya.

       Hal ini sejalan dengan yang dikatakan Achmad Muhibbin Ketua pengurus cabang NU Surabaya beliau mengatakan perkembangan informasi sosial yang tumbuh pesat kini menjadi sumber informasi masyarakat, namun sayangnya. Masyarakat kita belum memiliki kemampuan menyerap informasi yang valid, dan mengetahui ciri-ciri berita hoax, dan konsekuensi penyebarannya.[2] Berita Hoax jika diibaratkan virus yang mematikan namun tidak terdeteksi yang jika didiamkan efeknya akan menimbulkan perpecahan dan kegaduhan yang luar biasa besar  bagi bangsa ini dikemudian hari dalam bermasyarakat dan bernegara. Menanggapi isu ini MUI selaku panutan umat islam di Indonesia yang didengar dan dijalankan setiap fatwanya akan mengkaji untuk menerbitkan fatwa penerbitan berita bohong atau hoax yang memperburuk kehidupan berbangsa dan bernegara dalam waktu dekat ini[3].

       Isu berita Hoax ini sudah menjadi isu nasioanal dan banyak sudah masyarakat yang resah akan penyebarannya, untuk itulah kota Bandung bersama 8 kota lainnya akan mendeklarasikan masyarakat anti-“hoax”  di kota Bandung sendiri Kang Emil selaku walikota Bandung akan turut hadir dalam pendeklarasian melawan berita hoax tersebut lebih lanjut beliau mengatakan kegaduhan sering terjadi dikarenakan dis-informasi yang menyebabkan perpecahan lingkungan keluarga, masyarakat hanya karena informasi beredar secara luas lewat digital yang keasliannya banyak diragukan, kemurniannya banyak dipalsukan[4]

       Akhirnya, untuk menanggapi isu yang sedang tren di bangsa kita Berikut kami berikan beberapa Tips Melihat Informasi yang Valid dari Berita Digital sebelum anda menyebarkan keteman-teman sanak famili maupun kolega anda, semoga bermanfaat :

1)   Cek terlebih dahulu identitas dari situs tersebut seperti melihat siapa nama penulisnya, editor, pengelola berita, alamat kantor berita dan redaksionalnya yang biasanya tersedia di akhir atau paling bawah sebuah berita online;
2)   Lihat terlebih dahulu track record dari berita online tersebut seperti sudah berapa lama berdiri, apakah pernah bermasalah sebelumnya dengan pemberitaan dimasa yang lalu dan sebagainya yang menurut anda mampu menyakinkan anda bahwa situs itu bukan abal-abal;
3)   Baca isi dari keseluruhan berita jangan hanya membaca judulnya saja, ingat judul bisa saja mengecoh pembaca;
4)   Jangan hanya membaca satu alamat berita online saja, upayakan untuk mencari refrensi berita lainnya seperti koran, berita tv maupun dari berita online lainnya yang sudah terpecaya terkait dengan berita yang sama;
5)   Dan yang terakhir gunakan penalaran anda dalam menanggapi sebuah berita kontroversial jangan mau termakan dengan commen-commen akun yang kebanyakan tidak jelas pula identitasnya dan bisa dipastikan itu adalah akun robot yang dibuat untuk sebuah tujuan tertentu.


                [1] Diakses dari https://m.tempo.co/read/news/2017/04/058832705/penyebab-berita-hoax-beredar-masyarakat-kurang-banyak-baca 05 Januari 2017 Pukul 14:00 WIB
                [2] Diakses dari https://m.tempo.co/read/news/2017/01/05/058832765/hindari-berita-hoax-nu-ajak-masyarakat-perbanyak-literasi Tanggal 05 Januari 2017 Pukul 13:45 WIB
                [3] Di akses dari m.metrotvnews.com/play/2017/01/05/638018 Tanggal 5 Januari 2017 Pukul 14:05 WIB
                [4]Diaksesdarihttps://regional.kompas.com/read/2017/01/04/14510501/ridwan.kamil.bandung.ikut.deklarasi.masyarakat.anti-.hoax.

Berkomentarlah dengan Cara yang sopan dan punya etika, No Bully, No Sara, No Spam dan yang terpenting No Porn, biar Barokah hidup kita!!
EmoticonEmoticon