Wednesday, 3 May 2017

[[Opini]] Peran Aktif Pemuda Dalam Menyongsong Bonus Demokrafi

Credit : Kompas

AEFARLAVA (03 Mei 2017) Masalah kependudukan di Indonesia bukanlah hal yang baru di negeri ini, jauh sebelum Indonesia merdeka pada abad ke-19 pemerintahan kolonial Belanda telah melakukan upaya transmigrasi masyarakat di pulau jawa untuk disebar ke pulau-pulau nusantara lainnya yang masih dikategorikan jarang penduduknya namun potensial dalam hal per-ekonomian, program yang dilakukan oleh pemerintahan kolonial ini merupakan suatu upaya yang dilakukan untuk menekan kepadatan penduduk yang ada di pulau jawa selain juga tak dapat kita pungkiri adanya faktor ekonomi di belakangnya demi kepentingan pemerintahan kolonial pada saat itu.

Maju lagi ke era selanjutnya, setelah masa penjajahan berakhir di Indonesia, masalah kepadatan dan penekanan besarnya jumlah penduduk Indonesia mencapai masa keemassannya di era orde baru (orba) pimpinan pak Harto, setelah pada era sebelumnya yakni orde lama pimpinan bung karno isu jumlah penduduk dan kepadatan tak segurih isu perjuangan melawan Belanda atau bahkan isu konfrontasi dengan negeri jiran kita Malaysia. Isu jumlah penduduk diabaikan begitu saja pada jaman orde lama, namun lain halnya setelah orde baru mengambil tabuk pemerintahan dari orde lama, isu jumlah penduduk dan kepadatan di Indonesia ditanggapi sangat serius pada era ini, terbukti dengan lahirnya Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) pada tanggal 29 Juni 1970. Bahkan pada masa pak harto, keberhasilan program Keluarga Berencana (KB) menjadi alat ukur keberhasilan kepala daerah dalam membangun daerahnya, dikarenakan pada orde itu berpendapat bahwa sebuah program pembangunan ekonomi akan sangat dipengaruhi oleh berhasil atau tidaknya program KB di daerah tersebut. 

Beberapa faktor penting mengapa pada masa orde baru program KB berhasil menekan laju pesatnya jumlah penduduk Indonesia adalah keberhasilan pemerintahan orba merangkul setiap tokoh-tokoh agama, dan juga faktor gencarnya sosialisasi pendidikan tentang arti pentingnya KB di masyarakat usia produktif.

Pada era reformasi dewasa ini, bangsa kita sangat mensalah artikan makna dari reformasi tersebut, dilihat dari apapun program yang telah dilakukan oleh pemerintahan orba semua ditinggalkan dan kita sangat alergi apapun program-program yang berbau-bau orba, namun sayangnya tak semua program dari pemerintahan orba adalah buruk, salah satunya adalah program KB itu sendiri. 

Namun, sangat disayangkan reformasi kita sudah sangat kebablasan, sehingga program KB yang sudah sangat baik di era tersebut ditinggalkan begitu saja dan menjadi tidak efektif menekan laju jumlah penduduk ditambah dengan kembali munculnya persepsi masyarakat tentang konsep dari china kuno yakni banyak anak banyak rezeki dan juga konsep bahwa KB itu sendiri merupakan suatu konsep dan akal-akalan bangsa luar untuk mengontrol bangsa ini, disinilah letak peran penting pemuda untuk merobah pola berpikir masyarakat kita kelak dengan semakin menggalakkan sosialisasi kependudukan terutama tentang KRR (Kesehatan Reproduksi Remaja) yang diadakan di sekolah-sekolah  akan sangat membantu penyampaian informasi  karena dalam forum itu remaja akan di beri pengetahuan untuk merubah pola pikirnya menjadi generasi muda yang  cerdas dan bermoral dan diharapkan setelah remaja mendapatkan pengetahuan disekolahnya masing-masing mereka tak hanya menyimpannya menjadi ilmu pengetahuan bagi dirinya sendiri namun diteruskan kepada masyarakat dilingkungan sekitarnya agar pola berpikir yang salah dapat diluruskan secara berlahan-lahan.

Kalau lah dilihat lagi untuk kedepannya peran pemuda sangatlah vital bagi bangsa kita dimana pada tahun 2020 sampai 2030 di prediksi bangsa kita akan mendapatkan yang namanya bonus demografi yaitu jumlah usia angkatan kerja (15-64 tahun) mencapai sekitar 70 persen, sedang 30 persen penduduk yang tidak produktif (usia 14 tahun ke bawah dan usia di atas 65 tahun).[1] Bonus demografi adalah suatu fenomena dimana struktur penduduk sangat menguntungkan dari sisi pembangunan karena jumlah penduduk usia produktif sangat besar, sedang proporsi usia muda sudah semakin kecil dan proporsi usia lanjut belum banyak, oleh karena itu sebelum kita menyia-nyiakan bonus demografi yang sebentar lagi menyongsong bangsa kita saya mengharapkan sedini mungkin pemerintahan terus menerus menggalakkan sosialisasi pendidikan tentang KB secara gencar kepada pemuda-pemudi agar masa-masa keemasan tersebut tidak hilang begitu saja tanpa adanya bukti fisik pembangunan dikarenakan pemerintahan sibuk menekan jumlah penduduk yang semakin tak terkendali dikarenakan dari awal tanpa adanya persiapan seperti penggalakan dan kesadaran arti pentingya KB itu sendiri. Wallahu a'lam


[1] http://www.antaranews.com/print/145637/bkkbn-indonesia-mendapat-bonus-demografi-pada-2020

Berkomentarlah dengan Cara yang sopan dan punya etika, No Bully, No Sara, No Spam dan yang terpenting No Porn, biar Barokah hidup kita!!
EmoticonEmoticon