Saturday, 26 May 2012

Sejarah Nama Kutacane

Rumah Adat Suku Alas
C: TropenMuseum

Kota Kutacane (26/05/12) KUTA CANE adalah kota sekaligus ibu kota bagi Kabupaten Aceh Tenggara dan kecamatan Babussalam, di Provinsi Aceh. Indonesia. Kutacane berada di ketinggian 25-1000 meter dari permukaan laut.

Untuk mengetahui sejarah panjang kuta Cane mari terlebih dahulu kita kembali sejenak ke masa lalu di mana bisa di katakan bisa menjadi refrensi bagi teman-teman.

Belanda yang hampir sudah di pastikan menguasai seluruh pesisir Aceh, mulai berpikir untuk menguasai daerah Pedalam Aceh, yang mempunyai suku berbeda dari Aceh pesisir, Aceh pedalaman mempunyai dua suku dominan yakni Suku Gayo dan Alas, untuk itu di utuslah KNIL yang di perkuat 10 brigade marechaussee Belanda yang terkenal akan keganasannya mematahkan semangat perang Fissabilillah Bangsa Aceh. mereka di pimpin oleh Letkol G.C.E Van Daalen. misi awal van daalen yang diembankan Gubernur Militer Aceh ke dia adalah mendamaikan sengketa lahan antara suku Gayo, Alas, Batak dengan Tamiang sekaligus menguasai daerah tersebut, tetapi tugas itu berubah menjadi pembantaian besar-besaran oleh Van daalen, yang paling terkenal adalah pembantaian di Benteng Kuta Reh di mana lebih dari 164 orang Alas tak berdosa di bantai habis oleh pasukan Van daalen yang bisa di katakan sebagai Genosida perang terhadap etnis Alas, ini sangat di maklumi karena Van Daalen amat sangat benci dengan Bangsa pribumi Di Indonesia.
Perang Gayo-Alas di mulai pada tanggal 8 februari 1904 dan berakhir pada 23 juli 1904, pada tanggal itulah pihak Belanda mengklaim ke dunia luar jika perang Aceh yang berlangsung selama 32 tahun telah usai, tetapi lain halnya di dalam Aceh sendiri, perang berskal kecil masih terjadi di seluruh daerah Aceh, sampai Dengan kedatangan Jepang ke Aceh, menurut sejarahnya Aceh adalah suatu bangsa yang paling lambat masuk ke dalam Hindia-Belanda tetapi paling Awal lepas dari Hindia-belanda.

Sampai di situ dulu cerita tentang perang Gayo-Alas mari kita ke pokok permasalahan Kalau saya tidak salah Kuta Cane di dirikan pada tahun 1904 oleh G.C.E Van Daalen, ada dua versi yang masuk akal awal mula dari kata Kuta Cane :

1) Kuta Cane berasal dari dua suku kata yakni Kuta dan Cane yang mana kuta dalam bahasa Alas artinya adalah kota sedangkan Cane dalam bahasa Belanda Adalah Tebu.

2) versi ke dua adalah kuta Cane di ambil dari kata bahasa Inggris yang mana dalam bahasa Inggris cane adalah Rotan atau tempat pemukulan.

Saya sendiri lebih cenderung memilih versi ke dua di mana sejak dahulu daerah kuta Cane dan sekitarnya adalah penghasil Rotan yang berkualitas, dan juga yang membuat versi itu semakin kuat adalah sejak kota ini didirikan dan di dorong dengan daerah yang terpencil Pemerintahan Hindia-Belanda membuat Kuta Cane sebagai tempat tahanan atau semacam penjara bagi pemberontak dan lawan politik yang tidak menyukai Belanda tetap bercokol di daerah Aceh, dan kebanyakan dari mereka banyak yang di siksa oleh tentara Belanda.

Kenapa saya kurang percaya dengan versi nomor 1 di karenakan kuta Cane dari dulu sampai sekrang tidak di kenal sabagai penghasil tebu, dan tebu di kutacane tergolong sedikit di antara daerah-daerah lainnya di Aceh Tenggara, maka dari itu saya kurang percaya dengan versi nomor satu, kuta cane kini telah beridiri setengah abad lebih dan kini kutacane bukan lagi tempat penjara bagi pemberontak dan lawan politik melainkan sebagai kota yang mulai bergerak menuju kamjuan, etnis yang mendiami kuta Cane juga mualia majemuk tidak saja milik suku Alas kini Kuta cane di diami oleh Suku gayo, Aceh, Minang Kabau, karo, mandailing, Batak, singkil, Nias dan baru-baru ini mulai berdatangan etnis baru yakni suku jawa dan sunda, semoga dengan semakin bervariasinya suku di kuta Cane tidak membuat perpecahan, malainkan menjadi satu kesatuan yang kokoh yang berguna bagi Kuta Cane yang akan datang. 

Sampai di sini dulu cerita tentang sejarah singkat tentang Kuta Cane jika ada kesalahan dari postingan ini, saya mohon maaf di karenakan kurangnya refrensi dan sumber langsung dari masyarakat setempat.
Karena hanya Allah lah yang maha sempurna.

Berkomentarlah dengan Cara yang sopan dan punya etika, No Bully, No Sara, No Spam dan yang terpenting No Porn, biar Barokah hidup kita!!
EmoticonEmoticon