Wednesday, 4 September 2013

Naga Kesiangan


       Kutacane (09/04/2013). kali ini saya akan menceritakan urban legend yang ada di negeri Leuser, yang diceritakan turun temurun oleh khalak Alas tepatnya di daerah kecamatan Leuser, Kabupaten Aceh Tenggara, percaya atau tidak itu saya serahkan kapada anda sebagai pembaca yang bijak, cerita kali ini menceritakan tragedi se-ekor naga yang hidup di sungai Alas.


ILUSTRASI NAGA KESIANGAN DI SUNGAI ALAS
ILUSTRASI C:Google
  Naga ini aktif dimalam hari, dan tidur disiang hari dikarenakan kulit naga ini tidak bisa terkena oleh matahari apabila ia terkena matahari beberapa menit saja, maka kulitnya akan mengeras dan membeku. Alkisah ia hidup dengan damai dan tentram di sungai Alas berdampingan dengan penduduk setempat tanpa adanya konflik, tetapi didalam dirinya ada keinginan untuk dapat melihat dunia luar, di tambah lagi datang seorang ahli nujum dari daerah singkil, ahli nujum itu ingin sekali mendapatkan kuku dari sang naga buat untuk menambah ilmunya, hingga timbullah niat si ahli nujum untuk membunuh si naga dengan cara menghasut penduduk setempat dengan iming-iming mahkota yang berbalut emas di atas kepala si naga, pendudukpun tergiur dengan iming-iming yang fana itu, sampai pada suatu masa penduduk membuat jebakan untuk si naga, dengan cara membuat acara persembahan dan pesta untuk menjamu si naga, dan si ahli nujum bertugas untuk membuat matahari tertutup dengan awan, berkat kemampuan sihirnya, matahari dapat tertutup sementara dengan awan, melihat kejadian itu si naga tanpa berprasangka buruk menerima jamuan tersebut, maka keluarlah si naga dari persembunyianya, jamuan itu di adakan di puncak tebing yang ada di kecamatan Leuser, si naga sudah berada di puncak tebing, dan dengan tipu muslihatnya si tukang nujum membuka kembali awan yang menutupi matahari, sontak saja si naga amat terkejut, dan langsung saja turun meluncur ke sungai, tapi sayang matahari lebih cepat menggrayangi tubuhnya, seketika saja tubuhnya membeku dan mengkristal seperti emas dari kejauhan, melihat fenomena tersebut membuat penduduk setempat berbondong-bondong mendatangi tempat tersebut untuk emngambil  emasnya tapi sayang sesampainya di sana mereka tidak mendapatkan apa-apa yang ada hanyalah si naga yang sudah membeku dan membatu.
karena itulah si naga di sebut naga kesiangan.

Berkomentarlah dengan Cara yang sopan dan punya etika, No Bully, No Sara, No Spam dan yang terpenting No Porn, biar Barokah hidup kita!!
EmoticonEmoticon