Wednesday, 9 October 2013

Rasa Persaudaraan Dari Nasi Padang!

"Salah Satu Rumah Makan Padang yang Sukses"
C:Google

      KUTACANE(07/10/2013), Ada sebuah jargon yang mengelitik perut aku, yang mengatakan "Rumah Makan Padang Sudah Ada Sebelum Neil Amstrong Menginjakkan Kakinya di Planet Mars" :D kenapa bisa begitu? mungkin karena RM padang ada di mana-mana mungkin? coba saja kamu perhatikan di kota mana di negeri kita ini yang tidak ada RM padangnya? dan orang Indonesia mana yang belum pernah merasakan kelezatan yang namanya Rendang? bahkan rendang telah dinobatkan sebagai makanan terlezat di dunia oleh CNNGo.com  Rendang mengalahkan 49 makanan dunia lainnya dalam ajang World's 50 Most Delicious Foods pada tahun 2011, kita harus bangga menjadi orang Indonesia!.

"Rendang is the Most Delicious Food
in the World's Number one Version CNNGo.com"



  Atau mungkin juga karena tradisi orang Minang yang suka Merantau makanya jargon itu dapat berkembang, karena biasanya urang awak jika pertama kali merantau pasti bekerja di Rumah Makan Minang(biasanya tapi tidak semuanya), tapi yang pastinya Rendang adalah makanan ASLI DARI INDONESIA bukan dari negara serumpun lainnya, memang harus kita akui urang awak ada di negara serumpun Indonesia, yakni di Negeri Sembilan, Malaysia tapi yang harus kita garis bawahi adalah mereka awal mulanya berasal dari Ranah Minang yang merantau ke semenanjung Malaya jauh sebelum Malaysia merdeka dari Inggris, yang otomatis tradisi Ninik Mamak pasti terbawa juga oleh mereka, tapi yang kita sesalkan pemerintah Malaysia dengan bangganya mengklaim Rendang adalah asli dari negara mereka, padahal jika kita tanya langsung kepada para tokoh adat Negeri Sembilan mereka pasti mengamini jika rendang adalah asli dari Ranah Bundo Kanduang mereka dahulu!
"Rendang is the Original Food From Indonesia!"
   Bicara soal Rendang, pasti tidak jauh dengan Nasi padang? pernahkah kamu memperhatikan sewaktu membeli nasi padang dan membungkusnya?apa coba yang ganjil? yang ganjil adalah isinya! coba kamu bandingkan orang yang makan di tempat dengan orang yang membawa pulang Nasi padang alias membungkusnya! banyakkan yang mana? yang lebih banyak adalah nasi yang dibungkuskan?

"Nasi Bungkus Padang Lebih banyak dari pada
makan di tempat"
Dalam hati kamu pasti ingin tahu kenapa demikian, tenang, aku akan membagikan infonya kepada kamu sekalian, selepas benar atau salahnya info ini aku minta maaf, karena aku juga dapat berita ini dari mulut ke mulut di Kampuang aku!.
Dahulu di Ranah Minang (Sumatra Barat dan sekitarnya), belum dikenal yang namanya Rumah Makan Padang, sebelum menyebar ke seluruh Indonesia RM padang dikenal dalam kalangan urang Awak dengan sebutan RM AMPERA pada awal kalimat rumah makannya yang diikuti dengan nama khas masing-masing RM,contohnya RM AMPERA Takana juo, RM AMPERA Salero Bundo, DLL.

menu RM PADANG

  AMPERA sendiri adalah singkatan dari "Amanat Penderitaan Rakyat". Pada zaman penjajahan Belanda dahulu, Rendang dan kawan-kawannya adalah barang yang sangat mewah dan berharga di Ranah Minang, yang dapat merasakan makanan ini adalah para kompeni Belanda dan saudagar kaya raya, dan kalaupun rakyat biasa ingin menikmati Nasi Padang ini mereka tidak diperbolehkan untuk makan bersama didalam satu ruangan dengan para kompeni dan saudagar kaya raya. itupun mereka tidak setiap hari dapat merasakan kelezatannya, hanya momen-momen tertentu saja, oleh karena itulah para pemilik RM AMPERA(yang notabenenya adalah orang Minang) merasa perlu memberi perhatian khusus bagi mereka, yang kebanyakan adalah para buruh kasar yang memerlukan protein dan gizi yang cukup untuk tetap hidup dan menafkahi keluarganya, maka timbullah ide mensubsidi mereka,  dengan cara menambahkan lebih banyak nasi dari pada porsi umumnya, dan biaya nasi lebih itu, tanpa disadari oleh pihak Belanda dan saudagar kaya raya merekalah yang membayar semua nasi tambahan itu dengan cara mengurangi porsi mereka dan menambahkan harganya. ide ini terus dipertahankan sampai zaman kemerdekaan dan hingga RM Padang sudah menyebar ke seluruh pelosok Nusantara,

"LOGO RM PADANG"
 Jadi, Ide subsidi itu sudah ada sejak lama dan melekat di dalam Masyarakat Ninik Mamak, dan ide subsidi ini sudah berlaku cukup lama di NEGARA INDONESIA, sekian dulu postingan dari saya jika ada salah pengetikan saya mohon maaf, sampai jumpa lagi di postingan saya selanjutnya, WASSALAM.

 

Berkomentarlah dengan Cara yang sopan dan punya etika, No Bully, No Sara, No Spam dan yang terpenting No Porn, biar Barokah hidup kita!!
EmoticonEmoticon