Tuesday, 8 September 2015

Biografi Ervan Ceh Kul Musisi Visioner dari Dataran Tinggi Gayo



Ervan Ceh Kul musisi Visioner dari Gayo (Lintas Gayo)

             KUTACANE (08 September 2015), Oo bunge,,,,,Oo bunge,selohmi de ko kemang, Oo mayang ,,,,Oo mayang,kao ken tajok ni ulu! kalimat tersebut adalah sepenggal bait lagu "Tepekur" yang dibawakan oleh Ervan yoga atau lebih dikenal dengan nama panggung Ervan Ceh Kul  pada saat pergelaran Gayo art Summit tahun lalu di AAC Dayan Dawood, Banda Aceh, sontak saja gemuruh seisi gedung kebanggaan masyarakat Unsyiah pecah, ribuan mata tertuju padanya dan mengikuti lantunan syair demi syair lagu yang dibawakkannya yang mana sangat berbeda dengan jenis musik lagu daerah lainnya, saya sendiri yang pada waktu itu menghadiri perhelatan Gayo art summit sangat antusias dengan sunguhan musik moderen yang berbalut dengan musik tradisional Gayo yang dibawakkan Ervan dkk.


    Lagu Tepekur termasuk ke dalam "Muniru" album pertama yang diluncurkan Ervan pada tahun 2012, album yang berisikan lagu-lagu yang sangat femiliar dengan kehidupan masyarakat di dataran tinggi gayo, salah satunya adalah "Muniru" adalah salah satu kegiatan menghangatkan diri di masyarakat dataran tinggi Gayo dikala malam hari yang kita ketahui bersama dikala malam udara akan sangat dingin sekali di tanoh gayo. album "Muniru" telah mampu membangkitkan kebanggaan anak-anak muda Gayo untuk mencintai kebudayaan dan seni asli dari Gayo dizaman globalisasi ini, yang secara tak langsung telah mampu juga menyatukan 5 wilayah serumpun yang terpecah-pecah didalam 5 wilayah administratif (Kabupaten Aceh Tengah, Kabupaten Bener Meriah, Kabupaten  Aceh Timur (Lokop, kecamatan Serba Jadi), Kabupaten Gayo Lues, dan Kabupaten Aceh Tenggara) dalam satu irama musik. di dalam album "Muniru" terdapat lagu-lagu berjudul : Tepekur, Tiketa-tiketi, kletek, Teganing, Muniru, tutit liet, payung. kabarnya Ervan juga akan meluncurkan album keduanya "Kupi Gayo" yang berisikan : Renggali, Kupi Gayo, Seranting Tajuk,Berijin,Sirnem,Kusimai,Teluk Nate,Lemi,Pemanis, dan Amik-amiken.
  
  Usut punya usut Ervan yang lahir di Takengon pada tanggal 11 April 1988 adalah putra dari penyanyi legendaris Gayo yakni Abadi Ayu's, dan juga cucu dari seniman legendaris gayo (Alm) M. Des Lakiki, yang pada masanya adalah ceh kelop didong ternama "Lakiki" dari kampung kute lintang, kecamatan pengasing, Kabupaten Aceh Tengah, dengan tandem beliau M, Bashir Lakiki.




Ervan dalam penggarapan Album ke-2




      Ervan yang terlahir dari seorang ibu berdarah Batak merupakan sosok muda dalam bidang seni yang kreatif dan inovatif ini, diusia yang masih belia 5 tahun telah memulai menjadi Ceh Kucak dengan kelop didong Timang Rasa untuk mendampingi sang ayah. Dan pada usia 6 tahun Ervan telah memulai membuat album perdananya dengan menjadi penyanyi cilik yang menyanyikan lagu-lagu ciptaan ayah dan kakeknya. Ervan yang aktif mengikuti berbagai festival baik musik modern dan tradisional juga pernah menjadi juara lomba meniup soling.

Ervan yang cerdas dalam bermusik ini, memasuki usia dewasa bergabung dengan grup band Zombeetnica sebuah grup yang cukup dikenal masyarakat di Takengon dan sekitarnya.

Ervan yang memiliki talent dalam bermusik ini bisa memainkan berbagai alat musik, gitar, bass, piano, drum serta alat musik tradisional Gayo seperti soling, teganing, gerantung dan lainnya dan juga dalam olah vokal, Ervan memiliki alunan suara yang khas.

      Untuk mengapresiasi lagu-lagu yang diciptakan oleh ervan yang menjadi sangat fenomenal dikalangan masyarakat Gayo, pada tanggal 17 Februari 2013, ervan dihadiahi anugrah "Takengon Award 1" dari pemkab Aceh Tengah digedung olah Seni (GOS) Takengon, dalam rangka memperingati hari jadi Kute Takengen ke-436. (RPY)


SUMBER :
  1. LINTAS GAYO-ERVAN CEH KUL MUSISI KREATIF DAN INOVATIF        

Berkomentarlah dengan Cara yang sopan dan punya etika, No Bully, No Sara, No Spam dan yang terpenting No Porn, biar Barokah hidup kita!!
EmoticonEmoticon