Saturday, 21 February 2015

Peulebat (Kesenian Alas)



peulebat_Alas by. dodi leuser
Pelebat Tempo dulu by dodileuser.wordpres



     Darussalam (21 Februari 2015), Kalau kita mendengar kebudayaan palang pintu pasti yang terlintas dipikiran kita adalah dua jagoan Betawi yang saling adu kekuatan demi kepentingan masing-masing kubu yang mereka pertahankan kehormatannya. ternyata tak hanya di Betawi saja ada kebudayaan seperti itu tetapi ada juga di Tanoh Alas (Kabupaten Aceh Tenggara), yang mana dikenal dengan nama Kesenian Pelebat, lalu apa itu kesenian Pelebat? dari segi bahasa pelebat berasal dari kata "Rubat" (Red-Bahasa Alas) yang artinya "Berkelahi" dan dapat kita artikan pelebat adalah suatu kebudayaan dimana  dua orang melakukan perkelahian yang saling menunjukkan kepandaian dalam ilmu bela diri  dan juga menunjukkan keberanian tanpa kenal menyerah, dulunya alat bantu dalam pelebat adalah Mekhemu (Red-Pedang Khas Suku Alas), tetapi setelah Belanda  menguasai Tanoh Alas dimulai pada tahun 1904 penggunaan Mekhemu dilarang dikarenakan sangat berbahaya bagi pelaku yang memainkannya, jadi digantilah penggunaan Mekhemu dengan sepotong bambu yang tumbuh subur di Jatung paru-paru dunia ini.

    Pelebat sendiri biasanya dilakukan pada saat keluarga mempelai pria hendak mau menjemput ke rumah mempelai wanita yang mana rumah tersebut biasanya di sebut dengan "Ni pengembunan". kedua keluarga mempelai baik pria maupun wanita sama-sama menurunkan dua orang pemuda dari kalangan keluarganya masing-masing, sebelum adu tangkas ini dimulai biasanya akan ada yang namanya pengukuran bambu agar tidak terjadi yang namanya beda bulu.
.


Peragaan Pelebat by Mario pani "IPMAT Banda Aceh



http://kaisosogarcia.blogspot.co.id/
Peragaan Pelebat di Balai Pertemuan Kutacane
Foto : Baranews

   Pelebat juga sering dihelat pada saat menjamu tamu-tamu kehormatan yang datang dari luar. akan tetapi pelebat dewasa ini sudah sangat jarang dihelat, entah apa sebabnya walaupun setiap tahunnya ada saja yang melaksanakan pernikahan tetapi jarang sekali masyarakat Alas melaksanakannya, mungkin jika ditanya pada generasi muda saat ini di Aceh tenggara mereka banyak yang tidak tahu kesenian ini, ironis memang.


Berikut ini tata cara melaksanakan kesenian pelebat yang saya dapat dari serambi Aceh :

Dalam langkah ningcini, mata mencari kelengahan lawan dengan gerak cepat
melompat dengan langkah menerkam, memukul lawan seirama dengan pemukulan
canang, yang ditabuh dengan posisi duduk dan berdiri, sepak pemain,
memukul dan menangkis, sedangkan peserta terbanyak melakukan pukulan
dianggap menang begitu juga sebaliknya dan dibarengi dengan sorak sorai
para hadirin penonton.
Dalam langkah ningcini, mata mencari kelengahan lawan dengan gerak cepat
melompat dengan langkah menerkam, memukul lawan seirama dengan pemukulan
canang, yang ditabuh dengan posisi duduk dan berdiri, sepak pemain,
memukul dan menangkis, sedangkan peserta terbanyak melakukan pukulan
dianggap menang begitu juga sebaliknya dan dibarengi dengan sorak sorai
para hadirin penonton.

NB : Sumber :Aceh serambi.

Liat Videonya di Bawah Ini :



 

Berkomentarlah dengan Cara yang sopan dan punya etika, No Bully, No Sara, No Spam dan yang terpenting No Porn, biar Barokah hidup kita!!
EmoticonEmoticon